Foto : Air yang berasal dari sumur tiban. (ist)

BACAMALANG.COM – Warga Desa Klepu Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) Kabupaten Malang gempar atas penemuan sumur tiban dengan volume air yang besar (melimpah).

Tokoh masyarakat H. Abdul Rahman yang tinggal di RT 01 RW 01 Dusun Krajan, Desa Klepu, Kecamatan Sumawe, Kabupaten Malang menjelaskan, dalam musim kemarau saat ini, keberadaan sumur yang terletak hanya 200 meter dari kediamannya terbilang ajaib.

“Sepulang dari ziarah makam kedua orang tua dan tokoh masyarakat, seakan ada yang membisiki telinga saya. Bisikan tersebut mengatakan jika disitu ada sumber mata air. Alhamdulilah, atas kehendak Allah, setelah digali kedalaman 4 meter, akhirnya muncul air dari dalam tanah,” terang H. Abdul Rahman.

Seperti diketahui, di tengah kemarau panjang seperti saat ini, warga Desa Klepu, Kecamatan Sumawe, Kabupaten Malang, dikejutkan dengan adanya penemuan sumur tiban.

H. Abdul Rahman. (ist).

Warga sekitar menyebutnya sumur tiban karena mempunyai beberapa keunikan. Pasalnya, kedalaman sumur yang digali sekitar 1,5 bulan lalu ini tidak seperti pada umumnya.

Kedalaman sumur ini hanya 4 meter. Padahal, ditempat lain biasanya mencapai 20 meter, bahkan ada juga yang butuh digali hingga 50 meter agar air bisa keluar. Karena fakta tersebut, warga menyebutnya sumur tiban.

Lokasi sumur itu terletak di depan rumah H. Abdul Rahman, yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Malang periode lalu.

Keberadaan sumur dinilai membawa berkah karena sebelumnya, setiap lima hari sekali, warga harus beli air dengan harga Rp.130 ribu/tangki.

H. Abdul Rahman yang juga Ketua yayasan Darul Huda Klepu ini mengungkapkan, setiap hari terjadi antrian warga untuk mengambil air di sumur tiban.

Selain mereka menggunakan mobil, ada juga sebagian mengangkutnya dengan sepeda motor.

Lebih jauh, sosok yang pernah menjabat sebagai Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Malang ini menceriterakan jika sumur ajaib ini kondisi bangunannya masih sederhana.

Sekilas informasi, kekeringan sumber mata air di Desa Klepu saat ini masuk terparah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Pasalnya, beberapa sumber mata air disitu, saat ini dalam kondisi kering. Kekurangan air bersih di Desa Klepu dirasakan oleh sebanyak 700 KK,seperti yang terjadi 5 RT, mulai RT 22, 23, 25, 25 dan 26 dengan jumlah 350 orang. (Had).