Foto : Kegiatan peringatan Hari AIDS sedunia di Turen. (ist)

BACAMALANG.COM – Masih banyaknya kasus HIV-AIDS membutuhkan upaya refleksi untuk memotivasi para penderita HIV-AIDS agar terus bertahan hidup di tengah perjuangan melawan virus yang diderita.

Hal ini dikatakan Ketua WPA Turen, Tri Nurhudi Sasono dalam peringatan Hari AIDS sedunia 2019 dengan menyelenggarakan Diklat Remaja Peduli AIDS Minggu (1/12/2019) di Sekretariat MWC NU Turen.

“Kegiatan ini bertujuan menjadi upaya reflektif atau pengingat untuk terus termotivasi bagi ODHA bahwa kita bisa bertahan hidup dari tahun ke tahun meskipun dengan kondisi ada virus HIV ditubuh,” tutur Tri.

Seperti diketahui, kasus HIV-AIDS yang saat ini banyak terjadi pada usia-usia produktif antara 20-40 tahun masih menjadi tantangan bagi pemegang program penanggulangan HIV-AIDS.

Warga Peduli AIDS (WPA) Cahaya Care Turen, kelompok yang menaungi edukasi HIV AIDS dan membina ODHA serta Waria di wilayah kecamatan Turen dan sekitarnya memperingati Hari
AIDS Sedunia 2019 dengan menyelenggarakan Diklat Remaja Peduli AIDS.

Agenda ini bekerjasama dengan IPNU (Ikatan Pelajar Nadhatul Ulama) MWCNU Kecamatan Turen.

Pelatihan dan baksos yang diselenggarakan di Kantor MWCNU Turen dan Shelter WPA dihadiri sekitar 123 peserta yang terdiri dari siswa-siswi pelajar di Turen dan sekitarnya, mahasiswa-mahasiswi PUSDIVA Pusat Studi HIV-AIDS STIKes Kepanjen, Komunitas Turen Bersatu, Komunitas AK, Srikandi Turen, KGR Turen, Tanggung Peduli, serta Kelompok Dukung Sebaya ODHA Turen, dan Waria Peduli AIDS Turen.

Tri Nurhudi Sasono mengungkapkan, Hari AIDS Sedunia bukan sekedar upaya refleksi semata, namun pada saat yang sama juga mengingatkan kepada
masyarakat khususnya para remaja kaum millenial bahwa mereka jangan jauhi ODHA-nya tapi jauhi penyakitnya.

Kegiatan Hari AIDS Sedunia 2019 mengangkat tema : “Bersama Masyarakat Meraih Sukses”.

Bentuk kegiatannya bakti sosial bersih-bersih shelter WPA, sosial eksperimen berani peluk ODHA di Stadion Kanjuruhan, dan diakhiri Diklat Remaja Peduli AIDS.

Narasumber pelatihan diisi oleh Nunuk Puji Astuti salah satu kader Yayasan CAKAP WPA Turen yang menjelaskan apa itu HIV dan model pendampingan kepada ODHA.

Sementara materi kedua oleh Bara Susanto pencetus Lovology materi tentang Ilmu yang mempelajari tetang Cinta dan Relationship Goals Management.

Materi yang terakhir Simulasi Pemulasaran jenasah ODHA oleh Listiana dari WPA Turen.

Kegiatan ini diakhiri dengan penandatanganan remaja peduli AIDS yang menunjukkan komitmen bersama dalam Upaya Pencegahan dan Penanggulangan HIV-AIDS di Wilayah Kabupaten Malang. (Had/Yog)