Foto : Pengurus Kampung Bunga Grangsil. (ist)

BACAMALANG.COM – Dilaunchingnya Kampung Bunga Dusun Grangsil Desa Jambangan Kecamatan Dampit jadi destinasi wisata diharapkan menjadi ikon baru wisata di Kabupaten Malang.

Hal ini dikatakan Bupati Malang HM.Sanusi kepada media beberapa waktu lalu.

“Kampung Bunga Dusun Grangsil Desa Jambangan Kecamatan Dampit resmi dilaunching. Diharapkan bisa jadi destinasi wisata ikon baru di Kabupaten Malang,” tegas Sanusi.

Hamparan aneka jenis bunga warna-warni yang tengah merekah di Dusun Grangsil Desa Jambangan Kecamatan Dampit menyambut pengunjung seolah ‘menyihir’ banyak mata.

Sejak resmi dilaunching menjadi kampung bunga oleh Bupati Malang HM.Sanusi beberapa waktu lalu karuan saja menjadikan dusun terpencil di kawasan kaki gunung Semeru ini, setiaap hari banyak didatangi wisatawan.

Mantan PJ.Kepala Desa Jambangan Drs.H.Sugeng Hari Susanta MM menjelaskan sekilas berdirinya kampung bunga di Dusun yang terdiri dari sekitar 400 KK ini.

Dikatakan Sugeng, dengan banyaknya warga menanam bunga di Dusun Grangsil, pihaknya bersama masyarakat sepakat menjadikan dusun tersebut menjadi kampung sekaligus wisata bunga.

“Berdirinya kampung bunga ini, selain berkat kreatifitas juga atas semangat gotong royong warga Dusun Grangsil,” ujar pria yang kini menjabat Camat Bantur ini.

Sugeng juga menjelaskan, kampung bunga ini berdiri bersamaan dengan program Universitas Merdeka Malang (Unmer) dengam kegiatan membangun desa.

“Bertepatan dengan program Unmer dalam konteks membangun desa, kami mengusulkan untuk menjalin kemitraan. Alhamdulillah ternyata mendapat respon positif. Sampai hari ini, pihak Unmer selalu melakukan pembinaan. Itu demi terwujudnya Dusun Grangsil sebagai wisata Kampung Bunga,” urai Sugeng.

Sementara itu, Kasi Promosi dan Pemasaran Kampung Bunga Kurniawan Oktavianto, berharap Dusun Grangsil jadi ikon kota baru serta menjadi destinasi wisata favorit. Guna mewujudkan impian itu, perlu adanya dukungan infrastruktur.

“Untuk mewujudkan Dusun Grangsil menjadi desa wisata, tentunya harus ada dukungan infrastruktur. Dengan kondisi jalan yang masih jauh dari sempurna saat ini mengundang kekecewaan pengunjung. Karenanya, kami berharap kepada pemerintah agar perbaikan jalan di Dusun Grangsil ini bisa segera terealisasi,” pinta Kurniawan.

Dari data yang didapat dari Sekretaris organisasi kampung bunga Grangsil Indri Puspitasari diketahui jika sebanyak 400 KK warga Dusun Grangsil, 20 persen diantaranya tercatat sebagai petani bunga.

“Kami berharap, Grangsil ini lebih maju, kampung bunga menjadi destinasi wisata yang banyak didatangi pengunjung. Tetapi semua itu harus ada dukungan dari pemerintah Desa maupun Kabupaten Malang terkait dengan pembangunan sarana infrastruktur,” pungkas Indri. (Had).