Foto : Arif Wibowo. (had)

BACAMALANG.COM – Karena dinilai prospektif dan menjanjikan, pemuda desa (generasi muda) Desa Jambuwer Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang berminat menekuni profesi menjadi barista (pengracik kopi).

“Saya kira sekarang ini profesi barista cukup prospektif dan menjanjikan. Makanya saya ingin fokus menekuni dan belajar serius meracik kopi,” tutur Arif Wibowo, salah satu perwakilan generasi muda komunitas pecinta kopi dan peracik kopi (barista), Rabu (15/1/2020).

Sekedar informasi, hingga sekarang di Desa Jambuwer Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang mempunyai dua rumah produksi kopi jenis kopi merah Jambuwer.

Ada dua rumah produksi di desa Jambuwer, yaitu berada di Dusun Cakru’an Klopo Kuning dan Dusun Glagah Arum.

Arif menuturkan, dirinya sudah menekuni menjadi barista sejak tahun 2018, namun hanya sekedar belajar secara garis besar saja.

Dikatakannya, selama ini dia belajar dan sharing ilmu secara autodidak bersama teman-teman sedesa yang hobi minum kopi dan gemar meracik kopi (barista).

Ia berkeinginan untuk memperdalam keahlian meracik kopi dengan bersekolah ke Jakarta. Bahkan ia berencana menjadi barista tersertifikasi karena barista menjadi profesi yang menjanjikan.

Dikatakannya, dirinya tertarik memperdalam skill barista selain karena hobi juga karena gaji yang ditawarkan dinilai cukup besar.

Dipaparkannya, gaji barista jika bekerja di kedai dan cafe di Kota Malang bisa sampai Rp 6 juta per bulan.

Lebih jauh ia mengatakan ada alasan dirinya menyebut barista sebagai profesi menjanjikan karena bukan hanya sekarang ini kedai, cafe dan warung kopi menjamur, namun juga faktor peminat (demand) pasar produk kopi cukup tinggi.

“Saya berharap dan mengajak teman-teman sehobi dalam hal perkopian ini untuk bisa mengasah kemampuan hingga memperoleh sertifikat resmi barista agar memiliki posisi tawar di dunia kerja tinggi yaitu digaji besar,” terang Arif Wibowo mengakhiri. (Had).