Foto : Rektor UNIRA Malang di acara pelatihan manajemen TPQ. (ist)

BACAMALANG.COM – Sebagai persiapan menyambut bonus demografi di tahun 2045 serta pemantapan posisi Indonesia menjadi 4 besar dunia, maka perlu dilakukan penguatan karakter anak didik sejak di bangku TPQ.

Hal ini disampaikan Dr. Hasan Abadi MAP Rektor UNIRA Malang, dalam sambutannya di kegiatan Pelatihan Manajemen TPQ di gedung KH. Muhammad Said UNIRA Malang baru-baru ini.

“Kita perlu menyiapkan generasi Indonesia memasuki bonus demografi tahun 2045 yang menjadi tulang punggung bagi kemajuan Indonesia,” tutur Hasan Abadi.

Seperti diketahui, untuk periode kedua ini UNIRA Malang bekerja sama dengan Lapeksdam NU mengadakan pelatihan manajemen TPQ diikuti 500 TPQ se-Kabupaten Malang.

Hasan mengungkapkan, pihaknya menekankan pentingnya membentuk karakter Qurani yaitu karakter akhlak mulia.

“Apabila mempunyai karakter mulia (berupa kedisplinan dan kejujuran), maka generasi muda ini dipastikan unggul baik di dunia akademik maupun dunia kerja,” tegas pria yang ikut meramaikan bursa Pilbup Malang tahun 2020 tersebut.

Mengutip hasil riset BPS RI, Hasan menjelaskan jika mulai tahun 2035 hingga puncaknya pada 2045, Indonesia memasuki bonus demografi, yaitu 70% SDM merupakan usia produktif, dan 30% usia non produktif.

“Jika dibekali karakter Qurani maka mereka akan menjadi backbone (tulang punggung) yang memiliki skill dan daya kreasi yang tinggi, dan bisa menguatkan posisi Indonesia secara ekonomi ranking 4 dunia,” tegas pria yang juga
Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Malang tersebut.

Hasan mengungkapkan, yang lebih penting bukan hanya anak-anak bisa baca tulis dan menguasai tajwid, namun juga terinternalisasinya nilai Al-Quran dalam jiwa anak.

“Kami menilai penting untuk menginternalisasikan nilai Quran dalam jiwa anak-anak. Karenanya, kami juga berpartisipasi mengembangkan skill pendidik TPQ dengan memberikan beasiswa S1 dan S2,” pungkas Hasan Abadi. (Had).