umm
mahasiswa umm di ajang Advanced Innovation Global Competition (AIGC) (ist)

BACAMALANG.COM – Zaman yang serba digital seperti saat ini memberikan dampak perkembangan dalam berbagai sektor, salah satunya dunia pertanian. Pertanian yang dulunya harus dikelola secara manual, kini bisa dengan mudah dikelola dengan memanfaatkan teknologi terkini.

Memanfaatkan kemajuan zaman, sekelompok mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan Integrated Electrical Accelerator Plant Growth With Led Cultivation And Indigenous Microbial Fertilizers Controlled Irrigation System on Smart Farming Technology.

Adalah Faza Abdurrahman Fiddin, Siti Agus Tina, Zellin Maylinda Rizky Islami, Anisa Nur Utami dan Nikmatul Rizky Isroikha yang dibimbing Erfan Dani mampu bersaing dengan ratusan peserta dari berbagai negara pada ajang Advanced Innovation Global Competition (AIGC) di Nanyang Tecnological University, Singapura, Minggu 17 November 2019.

Mereka mengungguli ratusan universitas di dunia seperti dari Inggris, Amerika Serikat, dan Jepang dengan berhasil mendapatkan medali emas (Gold Medal).

Salah satu anggota kelompok, Faza mengungkapkan prototipe alat yang dibuat menggunakan media tanam cocopeat dan sebuah alat yang terbuat dari akrilik yang menambah kesan futuristik dalam ruangan atau rumah. Sistem pengairannya menggunakan metode irigasi tetes.

”Yang dapat dikontrol melalui smartphone merupakan iklim mikro tanaman. Mulai dari kelembaban dan temperatur sekitar tanaman, kebutuhan air, hingga intensitas cahaya,” ungkap Faza.

Faza meyakini, teknik ini akan menjadi gaya hidup baru masyarakat urban, setelah sebelumnya banyak yang mulai bertanam tanpa tanah dengan cara hidroponik. Melalui inovasi itu, bercocok tanam akan lebih mudah, menyenangkan, efisien waktu, tidak memerlukan pekarangan, serta akan mendapatkan pangan organik yang sehat, karena bebas hama, pestisida, dan pupuk kimia.

”Meski sedang bepergian, dapat tetap memantau pertumbuhan tanaman dari jarak jauh melalui gawai di tangan,” katanya

Diterangkan mahasiswa program studi Agroteknologi semester tujuh ini, dibuatnya teknologi ini untuk membuktikan bahwa pertanian dapat diterapkan berbasis teknologi industri 4.0 yang dituntut untuk digitalisasi semua bidang. Selain itu, lanjutnya, untuk menyediakan bahan pangan segar organik dengan pertumbuhan yang cepat.

Pembimbing tim, Erfan menjelaskan persiapan yang mencakup perancangan alat, pembuatan desain, pembuatan power point untuk presentasi, serta poster dan brosur exhibition, selain itu juga koordinasi tim, pembagian job description, dan pembagian managerial yang baik dalam satu tim ini merupakan kunci keberhasilan tim yang menamakan diri Elli ini.

Tidak hanya itu, Erfan berharap bahwa mahasiswa UMM terkhusus tidak perlu takut untuk mengembangkan diri dengan mengikuti perlombaan internasional.(yog/zuk)