ikip budi utomo
wisudawan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Budi Utomo Malang (ist)


BACAMALANG.COM – Sebanyak 1269 mahasiswa dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Budi Utomo Malang resmi diwisuda. Pada wisuda yang ke-33 itu dilaksanakan di GOR Ken Arok Malang, Sabtu (27/7/2019).

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Ir. Soeprapto, DEA, di hadapan wisudawan menekankan empat poin penting bagi lulusan IKIP Budi Utomo.

Empat poin itu menjadi pesan khusus bagi wisudawan dalam meniti karir seusai menyandang gelar sarjana dan Magister.

“Kepada wisudawan saya berpesan 4C, dan ini harus selalu diingat,” katanya.

Soeprapto menegaskan, kepada lulusan agar selalu memiliki Critical thinking. Hal ini dipandang sangat penting karena lulusan yang telah menyandang gelar sarjana atau bahkan magister harus memiliki pemikiran yang jauh lebih cerdas.

Pesan yang kedua yakni Creative. Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur itu kembali menjelaskan ketika lulusan ingin menggapai prestasi dalam meniti karir, agar tidak melupakan sikap kreatif sesuai keahlian yang dimiliki.

“Jadi harus bisa menciptakan ide-ide gagasan yang kreatif. Hal ini agar bisa menunjang prestasi kalian,” ucapnya.

Tak hanya itu, Soeprapto juga menyampaikan agar selalu Communication. Menghadapi perkembangan zaman dan teknologi ini ia menghimbau kepada seluruh wisudawan untuk bisa menguasai bahasa asing yang telah ditetapkan PBB sebagai bahasa dunia.

“Jangan hanya bisa bahas Indonesia saja. Tapi pelajari juga bahasa asing,” tutur Soeprapto.

Soeprapto menambahkan, seluruh wisudawan angkatan ke-33 agar bisa Collaboration untuk bersaing di dunia kerja.

“Kalau ini tidak dilakukan maka pasti akan tertinggal,” pungkas Soeprapto.

Masih kata Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, semua kesuksesaan itu bisa dicapai ketika para lulusan IKIP Budi Utomo memiliki sifat etic.

“Ketika kamu memiliki etika yang baik, dimanapun kalian pasti sukses. Namun sebaliknya jika tidak memiliki etika maka pasti akan dibuang,” tutup Soeprapto.

Pewarta : Mukhlis