arema
arema (instagram)

BACAMALANG.COM – Tim kebanggaan Arek Malang, Arema FC akan berulang tahun ke-32 pada Minggu (11/8/2019) besok. Manajemen tim berlogo kepala singa ini tengah menyiapkan berbagai acara untuk menyambut hari lahirnya Arema. Mulai dari menggelar sholat Idul Adha bersama pemain di depan kantor manajemen, Jalan Mayjen Panjaitan 43, Kota Malang, pembagian hewan kurban hingga doa bersama.

Namun, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini pihak manajemen menghapus satu agenda rutin, yakni konvoi. Beberapa tahun sebelumnya, konvoi Aremania di jalanan dikemas dalam bentuk napak tilas dan berkeliling di beberapa wilayah Kota Malang.

Berikut beberapa fakta menarik dari Arema FC yang dirangkum Bacamalang.com. Apa saja? Yuk simak;

Patih Kebo Arema

ilustrasi (ibnu asmara)

Arema merupakan sebuah nama yang dikenal di Indonesia, khususnya bagi pecinta bola nasional. Banyak orang mengartikan nama Arema adalah akronim dari kata Arek Malang dan digunakan sebagai sebuah identitas bagi orang-orang asli Malang.  Karena pada dasarnya Arema adalah tim kebanggan warga Malang.

Namun, tak banyak yang tahu ternyata nama Arema sudah digunakan terlebih dahulu, lama sebelum kesebelasan Arema dilahirkan. Pada masa lalu, ternyata nama Arema sudah digunakan oleh seorang patih dari kerajaan Singhasari.

patung ken dedes (ist)

Dikisahkan dalam Kidung Harsawijaya, patih yang memiliki nama Kebo Arema merupakan salah satu pemuka kerajaan Singhasari di masa pemerintahan Kertanegara. Hal ini juga didukung tulisan yang ditemukan pada prasasti Penampihan. Prasasti Penampihan menulis pada tahun 1191 saka atau tahun 1269 Masehi, Kertanegara mengangkat Patih Kebo Arema serta Sang Ramapati sebagi penasihat raja.

Prestasi Kebo Arema sangat gilang gemilang. Ia berhasil mematahkan pemberontakan beberapa pemberontakan di kerajaan Singhasari.

Pada masa patih Kebo Arema menjabat sebagai panglima ini lah kerajaan Singhasari melakukan ekspedisi Pamalayu dan melakukan perluasan kekuasaan hingga ke wilayah Sumatera.

Logo Singa

logo arema

Sosok singa yang selalu digambarkan sebagai raja hutan ini telah melekat di wilayah Malang sejak zaman dulu. Singa merupakan simbol yang identik dengan kota Malang.

Terbukti, singa juga terkandung dalam simbol pada nama salah satu kerajaan yang pernah ada di Malang yaitu Singhasari. Singhasari atau Singosari merupakan salah satu kerajaan terbesar yang ada di Nusantara.

Kemudian simbol singa juga dilanjutkan oleh kerajaan Majapahit. Beberapa patung-patung singa ditemukan pada masa Majapahit, diantarannya ada pada dua candi yang berada di wilayah Malang yakni, Candi Jago dan Candi Kidal.

candi jago (ist)

Sosok singa yang ditampilkan pada candi ini biasa diasosiasikan sebagai penjaga dari sebuah kota atau kerajaan. Hewan ini diharap mampu menjadi simbol pelindung.

Sosok pelindung ini bahkan diteruskan hingga era masuknya negara-negara Eropa di Indonesia, tepatnya pada masa Hindia Belanda. Pada masa itu lambang kota Malang adalah sepasang singa yang memegang tameng dengan gambar singa lainnya. Di bawah kedua singa tersebut terdapat tulisan “Malang Nominor Sursum Moveor” yang memiliki arti Malang namaku, maju tujuanku.

Lambang kota malang (keepo.me)

Kini, sosok singa kembali menjadi lambang yang dikenal di Malang sejak digunakan osebagai lambang dari kesebelasan Arema. Arema yang memiliki sebutan sebagai Singo Edan, lahir di Malang pada 11 Agustus 1987. Walaupun sebenarnya Arema menggunakan logo singa lantaran cocok dengan zodiak bulan berdiri klub tersebut, yaitu Leo.

Beragam hubungan dengan simbol singa, baik sebagai pelindung maupun identitas menjadikan hewan tersebut sangat identik dengan Malang. Oleh karenanya sebagai Aremania sejati yang besar di Kota Malang, ada baiknya kita selalu menjaga nama baik serta identitas Arema dan Kota Malang dengan tidak berbuat rusuh baik itu di dalam maupun di luar Kandang singa.

Happy birthday Arema. Sasaji, ker!

Editor : Marzuki