Foto : Koordinator AMATI. (ist)

BACAMALANG.COM – Korupsi sebagai extra ordinary crime menjadi musuh bersama, yang butuh diperangi secara konsisten, khususnya pencegahan sejak dini kepada generasi milenial. Hal ini dikatakan Koordinator AMATI (Aliansi Masyarakat Anti Korupsi) Romadhony.

“Kami ingin kesadaran tentang kejahatan korupsi harus diketahui dan diajarkan mulai dari usia dini, agar nantinya jika mereka sudah tahu dan sadar bahwa korupsi adalah suatu kejahatan, mereka nantinya akan menjadi generasi yang bersih dan menjauhi korupsi,” tegas Romadhony.

Sekilas informasi, selama 3 tahun AMATI berdiri dengan mandiri, Independen, Objective, lebih leluasa dan tidak mempunyai keterikatan dengan pihak manapun.

Beberapa giat terkait aksi kepedulian khususnya edukasi kepada anak usia dini dengan mengkampanyekan dan memberikan motifasi di sekolah- sekolah melalui pencerahan serta arahan menekankan belajar untuk jujur dan mengarahkan moral yang benar.

Dalam hal apapun, khususnya menyikapi dengan berkembangnya dunia teknologi agar tidak disalahgunakan serta testimoni binaan yang pernah terjaring masalah kriminal, maupun salah pergaulan yang selama ini AMATI juga mempunyai Binaan Komunitas Anak Jalanan.

AMATI sebagai salah satu elemen masyarakat yang peduli akan permasalahan di Kota Malang khususnya permasalahan yang berbau korupsi, juga ikut bersuara di hari Anti Korupsi Sedunia, Senin (09/12/2019).

“Keterbukaan informasi maupun kebijakkan pada masyarakat yang berasal dari pemkot maupun pemda akan meminimalisir adanya korupsi maupun kesempatan bagi oknum untuk berbuat korupsi” ujar Romadhony.

AMATI akan selalu berusaha menjadi corong bagi masyarakat kota Malang jika ada indikasi penyelewengan dana, proyek pemerintah, maupun kebijakan yang tidak pro rakyat.

AMATI juga berharap di hari Anti Korupsi Sedunia, Kota Malang bersih dari korupsi dan tidak terulang kembali badai korupsi seperti yang terjadi beberapa tahun lalu. (Had)