Foto : Tradisi buwuhan ala Madura (ist)

BACAMALANG.COM – Suku Madura, selain mempunyai tradisi carok dan karapan sapi, ternyata juga mempunyai kearifan budaya lokal yang seringkali disebut Sogug.

Apakah Sogug itu? Penasaran bukan? Mari Kita ikuti liputan berikut.

Bagi Suku Madura, banyak cara dilakukan untuk mempererat tali persaudaraan, salah satunya dengan menjalankam tradisi kondangan(buwuhan)dalam acara pernikahan maupun khitanan.

Tradisi ini secara khas biasa disebut dengan Sogug.

Biasanya tradisi ini di Malang Raya dilakukan oleh warga Suku Madura yang berdomisili di Malang Selatan.

Tradisi ini tidak lain adalah mirip sebuah aktifitas sumbang menyumbang saat menghadiri undangan hajatan baik pernikahan maupun khitanan.

Ternyata tradisi ini cukup unik. Dalam tradisi yang sudah dilestarikan selama 15 tahun lalu ini, oleh kebanyakan warga keturunan Madura ini dikemas dalam bentuk budaya yang populer dengan nama ‘Sogug’.

Tak tanggung-tanggung, dari nominal uang yang disumbangkan kepada tuan rumah ternyata lumayan besar. Yakni mulai dari ratusan ribu, jutaan bahkan hingga puluhan juta rupiah.

Bahkan dari total pendapatan tradisi ini bisa tembus di angka milyaran rupiah.

H.Sugianto, salah seorang peserta Sogug menjelaskan, tujuan dilestarikan tradisi ini, selain menguri-uri budaya, juga mengumpulkan dan menguatkan tali silaturahim saudara-saudara Madura.

“Untuk jumlah peserta Sogukan di Malang Raya saat ini sekitar 450 orang dibawah pimpinan H.Seruji dari Desa Gampingan Pagak”,terang warga Desa Jatikerto Kromengan ini baru-baru ini.

Pria yang juga pengusaha kayu sono keling ini menuturkan, untuk satu kali gebyar, seorang yang punya hajat bisa tarik dana mulai dari Rp 800 juta hingga Rp 1,7 milyar.

“Sogukan ini kan sistem arisan, untuk cara pengembaliannyapun tidak harus dilebihi. Namun, ada sebagian peserta dalam istilah nitip. Misalkan, dana yang wajib dikembalikan sebesar Rp 10 juta, tetapi karena masih ada rencana ke depan, buwuhan itu dibengkakkan menjadi Rp 20 juta”,terang pria yang mengaku pernah punya hajat dengan pendapatan Rp1,7 milyar ini.

Itulah Sogug, sebuah tradisi yang dilestarikan di Malang Raya yang berasal dari budaya Madura yang unik dan khas.

Sogug sendiri adalah prosesi memberikan uang sumbangan, atau di Jawa dikenal sebagai buwuhan.

Bedanya, kalau di Jawa jumlah uang sumbangan tidak ditampakkan.

Tetapi, untuk tradisi sogugan uang sumbangan dipajang dan diapit di potongan bambu dengan diiringi tradisi gending.

Biasanya, pemilik rumah berdiri di pintu depan terop, dengan iringan gamelan kenong telo’ dan seorang pesinden yang suaranya amat merdu.

Pewarta : Had Tris