Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi
Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi

Berdasarkan buku “Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi” karya M. Taufik,S.H, M.H beserta tim, menceritakan tentang terbentuknya Pancasila dan beberapa sejarah di dalamnya. Yang pertama terdapat 3 masa  yaitu  Masa Kerajaan yang terdiri dari kerajaan Kutai, kerajaan Sriwijaya, dan kerajaan terbesar di Jawa yaitu kerajaan Majapahit. Masa penjajahan yang telah dilakukan oleh Belanda dan juga Jepang. Masa kebangkitan nasional yang melahirkan semangat nasionalisme dan terdapat pula sidang BPUPKI, yang melahirkan Sumpah Pemuda hingga PPKI. Ada 3 masa pasca kemerdekaan yaitu masa orde lama, orde baru, dan reformasi.

Yang kedua yaitu pengertian Pancasila yang memiliki 2 makna yaitu “Panca” artinya lima dan “Syila” vokal i pendek berarti batu sendi, alas, atau dasar. Menurut kitab Sutasoman Pancasila berarti “batu sendi yang lima” atau “pelaksanaan kesusilaan yang lima”, dan Pancasila sebelum ditetapkan ternyata masyarakat zaman kerajaan Sriwijaya dan Majapahit sudah menerapkannya di kehidupan mereka. Menurut Notonegoro meyebutkan bahwa Pancasila adalah dasar filsafat serta ideologi negara yang dapat diharapkan sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia, dan pada 1 juni 1945 Ir. Soekarno menambahkan di akhir pidatonya bahwa kelima asas tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh yang disebut Pancasila.

Yang ketiga Pancasila sebagai ideologi negara, artinya  Ideologi Pancasila mendasarkan pada hakikat sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.

Yang keempat yaitu Filsafat. Pengetian filafat berasal dari bahsa Yunani dan berarti cinta akan kebijaksanaan. Terdapat 3 landasan filsafat pancasila, Landasan ontologi yaitu hubungan antara negara dengan landasan sila-sila, berhubungan sebab akibat,negara sebagai pendukung hubungan dan Tuhan, manusia, sau, rakyat dan adil sebagai pokok pangkal hubungan. Landasan epistemologi yang terdapat 3 persoalan yaitu tentang sumber pengetahuan manusia, teori kebenaran, dan tentang watak pengetahuan manusia. Landasan aksiologi yang memiliki 2 nilai yaitu nilai yaitu nilai yang dikejar karena nilai itu sendiri dan nilai yang dikejar sebagai tujuan, dan nilai yang ke-2 merupakan kesempurnaan pribadi manusia. Pancasila sebagai sistem filsafat yaitu Pancasila dan filsafat memiliki kesatuan yang organis, artinya antara sila sila Pancasila saling berkaitan, berhubungan bahkan saling mengkualifikasi. Pancasila sebagai nilai dasar fundemental bagi bangsa dan negara, dasar filosofi negara serta sebagai filsafat hidup bangsa. Nilai nilai Pancasila sebagai nilai fundumental telah terkandung dalam pembukaan UUD’45.

Yang kelima yaitu Pancasila sebagai etika politik, tujuan dari etika politik adalah  nilai nila azas moral yang disepakati bersama, baik pemerintah dan masyarakat untuk dijalankan dalam prosespembagia kekuasaan serta pelaksanaan keputusana yang mengikat untuk kepentingan bersama. Nila Pancasila sebagai sumber etika politik,Pancasila yang pada awalnya merupakan kensensus politik yang memberi dasar bagi berdirinya negara Indonesia, berkembang menjadi konsensus moral yang digunakan sebagai sistem dalam mengkaji moralitas bangsa dalam konteks hubungan berbangsa dan bernegara. Adapula kontribusi umat Islam dakam perpolitikan nasional. Agama merupakan faktor yang pentig dan menentukan kehidupan manusia.

Yang keenam yaitu Agama dan Pancasila. Di Indonesia memiliki 6 agama yang telah diakui, keberadaan agama itu sendiri  mulai dari pra penjajahan hingga masa reformasi dan  masih berkembang dengan baik, begitupula dengan jaman sekarang. Agama di Indonesia memiliki peranan peting, yang telah dinyakatakan atau tertulis di Pancasila sila pertama. Pada saat pemerintahan Soeharto pernah mengeluarkan perundang-undangan mengenai anti Tionghoa beserta budayanya, dan saat itu pula Budha dan Konghucu diasangkan. Pada akhirnya dibukalah koferensi antar agama yang membuat konflik antar agama menjadi redah. Pancasila dan agama memiliki hubungan karena Pancasila telah dirancang untuk mengkomodir segala problematika kehidupan beragama dengan kebangsaan dan bernegara. Islam juga bertoleransi dengan agama lain karena Islam menghormati dan menghargai semua manusia ciptaan Tuhan.

Yang ketujuh Pancasila sebagai paradikama kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara  karena pada  Pancasila yang telah dijelaskan pada sila ke2 hingga ke5. Yang kedelapan nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat,bernegara dan beragama yang merupakan suatu objek yang baik, berharga, berguna, dan benar. Nilai Pancasila sebagai dasar negara dilihat dari nilai historis, sosiologis bangsa Indonesia,religius,dan nilai filosofis.

Yang kesembilan UUDRI yang memiliki hubungan dengan Pancasila, yakni pada  pembukaan (mukaddimah) UUD’45 dan hubungan Pancasila dengan pasal UUD’45. Hukum tata negara  memiliki 2 macam  hukum yakni hukum dasar yang tertulis (undang undang dasar) dan tak tertulis (konvensi).

Yang kesepuluh sistem pemerintahan, sistem pemerintahan  yang dimaksudkan terhadap lembaga lembaga yang ada adalah Pemerintah. Lembaga yang dimaksud adalah lembaga Eksekuif,Legislatif, dan Yudikatif. Adapula periodesasi sistem pemerintahan yang dimuai pada period 1945-1949,period 1949-1950, period 1950-1959, period 1959-demokrasi terpimpin, period 1966-1998(orde baru) sampai akhirya period 1998-sekarang(reformasi). Antar lembaga juga memiliki hubungan, seperti MPR dan Presiden, MPR dan DPR, DPR dan Presiden, DPR dengan para menteri, Presiden dengan para menteri, MA dengan lembaga negara lainnya, dan BPK dengan DPR.

Yang kesebelas Pancasila juga sebagai dasar pengembangan IPTEK, karena perkembangan IPTEK tidak terlepas dari lingkupnya, maksudnya IPTEK selalu berkembang dalam suatu ruang budaya. Pancasila yang  dijadikan sebagai tolak ukur kebenaran.

Sebagai generasi muda, berpancasila sangat penting, kenapa? Karena dengan berpancasila kita dapat mengamalkan nilai-nilai dalam kandungan Pancasila tersebut di kehidupan bermasyarakat dan dapat memiliki pandangan hidup yang lebih jelas.

Menurut saya, pada buku ini memiliki kelebihan yang menceritakan sejarah Indonesia, dari penjajahan yang dilakukan oleh Jepang dan Belanda hingga masa Reformasi saat ini. Kelemahan pada buku ini memiliki tatabahasa yang rumit dan membuat pembacanya sedikit merasa bosan saat membaca buku tersebut.

Judul buku : Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi.

Penulis: M. Taufik, S.H.,M.H., Dian Isnaeni, S.H.,M.H.,Dr. Mayiyadi, S.H.,M.H.,

Prof. Dr. Drs. Yaqub Cikusin, S.H.,M.Si., Dr. Hj. Rahmatul Hidayati,

S.H.,M.H.,  Dr. Suratman, S.H.,M.H., Drs. H. Moh. Bakar Misbakhul Munir,

M.H, Umar Said Sugiharto, S.H.,M.S., Dr. H. Abdul Rokhimin, S.H.,

M.Hum., Hayat, S.AP., M.Si., Drs. Noorhuda Muchsin, B.E., M.M., Dr. Ir.

Sumartono, M.P

Penerbit: Penerbit Baskara Media.

Cetakan: I, 2018.

Tebal: xii + 382 halaman.

ISBN: 978-602-50306-7-3.

Diresensi oleh: Nimas Niswati (Mahasiswa Universitas Islam Malang)