difteri
ilustrasi (ist)

BACAMALANG.COM – Beberapa hari lalu dunia pendidikan di Kota Malang digemparkan dengan ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) I Malang yang positif carrier bakteri difteri. Akibatnya, pihak sekolah meliburkan anak didiknya. Hal ini dikeluarkan sebagai antisipasi menyebarnya penularan difteri. 

Sebagaimana diketahui, difteri adalah suatu infeksi yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae, yang menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta dapat memengaruhi kulit.

Bila tidak ditangani, bakteri difteri bisa mengeluarkan racun yang dapat merusak sejumlah organ, seperti jantung, ginjal, atau otak. Difteri tergolong penyakit menular berbahaya dan berpotensi mengancam jiwa.

Penyebaran difteri bisa melalui partikel di udara, benda pribadi, peralatan rumah tangga yang terkontaminasi, serta menyentuh luka yang terinfeksi kuman difteri. Namun, penyebaran difteri dapat dicegah dengan imunisasi.

Gejala difteri muncul 2 hingga 5 hari sejak seseorang terinfeksi kuman penyebab difteri. Secara umum, setelah seseorang terjangkit difteri akan muncul gejala terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel penderita.

Selain munculnya lapisan abu-abu di tenggorakan, gejalan lain yang dapat timbul setelah terpapar difteri, yakni;

  • Demam
  • Nyeri tenggorokan
  • Suara serak
  • Batuk yang keras
  • Pembengkakan kelenjar pada leher
  • Sulit bernapas atau napas yang cepat
  • Cairan pada hidung
  • Pilek yang awalnya cair, tetapi dapat sampai bercampur darah

Cara terbaik mencegah difteri adalah dengan vaksin. Di Indonesia, vaksin difteri biasanya diberikan lewat imunisasi DPT (Difteri, Tetanus, Pertusis), sebanyak lima kali semenjak bayi berusia 2 bulan. Anak harus mendapat vaksinasi DTP lima kali pada usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, 18 bulan, dan usia 4-6 tahun.

Untuk anak usia di atas 7 tahun diberikan vaksinasi Td atau Tdap. Vaksin Td/Tdap akan melindungi terhadap tetanus, difteri, dan pertusis harus diulang setiap 10 tahun sekali. Ini juga termasuk untuk orang dewasa.

Difteri tergolong penyakit serius dan harus diatasi sesegera mungkin. Jika tak ditangani dengan cepat, difteri bisa mengancam jiwa penderita.(zuk)