Pengacara Pelapor Dorong Polres Batu Ungkap Motif Bom Stiker Porno

Foto: Bahrul Ulum SH dan Suwito SH, penasehat hukum Dyah Arum Sari. (ist)

BACAMALANG.COM – Setelah pelapor parade stiker porno group Whatshap Media Pers Batu 2021 bentukan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Batu diperiksa serta memberikan bukti – bukti beberapa waktu lalu yaitu sabtu 30 Januari 2021, kini giliran penasehat hukum pelapor mendorong pihak kepolisian segera membongkar motif pelaku setelah memeriksa keterangan saksi – saksi nantinya.

“Kami mendorong pihak aparat penegak hukum (APH) untuk segera membongkar motif puluhan stiker porno dan gambar menyerupai Tuhan agama di Indonesia dan tokoh agama di Indonesia yang membanjiri group whatshap media pers batu 2021 yang membuat kliennya shock,” ungkap Suwito, S.H, Penasehat Hukum Dyah Arum Sari di kantornya, Senin (1/2/2021).


Menurutnya, motif merupakan perihal yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu perbuatan atau alasan seseorang untuk melakukan suatu perbuatan dalam hal ini perbuatan mendistribusikan stiker – stiker porno dan gambar menyerupai Tuhan agama di Indonesia dan tokoh agama di Indonesia.


“Kami sebagai penasehat hukum pelapor, yakin bahwa polisi sangat mudah serta sederhana sekali mengungkap motif terlapor atau calon tersangka dalam kaitannya menditribusikan stiker – stiker porno dan gambar menyerupai Tuhan agama di Indonesia dan tokoh agama di Indonesia ini,” paparnya.

Untuk mengungkap perihal tersebut, kata dia, polisi bisa mengungkap percakapan – percakapan sebelumnya yaitu percakapan anggota group beberapa hari sebelum korban atau kliennya ini diundang atau dimasukkan di group Whatshap Media Pers Batu 2021. “Mengingat group itu dibuat pada tanggal 15 Januari 2020 yaitu delapan (8) hari, sebelum klien kami bergabung pada tanggal 22 Januari sekira pukul 20.00 Wib,” jelasnya.

Sesaat setelah Dyah Arum Sari bersama beberapa teman lainnya bergabung dan di undang group Media Pers Batu 2021, bom stiker porno itu meledak. “Ini kan aneh” tanya Humas Malang Lawyer Club ini.

Bahkan, selain kehendak terlapor sendiri, lulusan Sekolah Jurnalistik Indonesia ini mencurigai dan menduga bahwa pelaku yang menditribusikan stiker – stiker porno dan gambar menyerupai Tuhan agama di Indonesia dan tokoh agama di Indonesia bukan saja berasal dari hati atau niat (mens rea) pihak terlapor melainkan ada aktor atau orang yang sengaja menggerakkan serta menyumbang stiker porno dengan maksud serta tujuan tertentu.

“Kami menduga dan pemikiran kami akan sama dengan penyidik polres batu bahwa pelaku pendistribusian stiker – stiker porno dan dugaan penistaan agama tersebut diduga ada orang yang turut serta menyuruh melakukan bahkan turut menyumbang stiker yang berjumlah puluhan, tidaklah mungkin satu orang memiliki puluhan stiker porno itu tanpa ada sumbangan dari lihak lain dan penyidik akan mengetahui nantinya setelah terlapor diperiksa beserta semua sarana percakapan itu bahkan tidak menutup kemungkinan jumlah terlapor atau calon tersangka akan bertambah,” pungkasnya. (yga/red)