Ada Warga Kabupaten Malang yang Belum Tahu Akan ada Pilkada

Chairman (kiri) dan Direktur Adiwangsa Research & Consultant saat rilis hasil Jaring Aspirasi Masyarakat Kabupaten Malang (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Ada sebagian dari masyarakat Kabupaten Malang yang ternyata belum mengetahui bahwa akan ada Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada pada September 2020 mendatang.

Hal itu terungkap dari hasil Jaring Aspirasi Masyarakat Kabupaten Malang yang dilakukan oleh Adiwangsa Research & Consultant bersama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Berdasarkan hasil riset tersebut, sebanyak 72 persen masyarakat tahu bahwa akan ada Pilkada serentak pada September 2020 nanti. Sedangkan, 28 persen sisanya belum mengetahui.

Dari situ, sebanyak 89 persen masyarakat menyatakan akan memilih. Sementara, 6 persen diantaranya masih ragu-ragu dan 5 persen menyatakan tidak akan memilih.

“Ada banyak faktor yang mempengaruhi. Seperti salah satunya sosialisasi KPU yang kurang,” kata Direktur Adiwangsa Research & Consultant, Mahatva Adi Yoga Pradana, Minggu (1/3/2020).

Pria yang juga berprofesi sebagai dosen sosiologi agama di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta ini menambahkan, ada sejumlah metode riset yang dilaksanakan.

Seperti diantaranya, objek yang diikutkan dalam riset adalah masyarakat Kabupaten Malang yang merupakan pemilih aktif pada 2019. Ada 480 orang dari 33 kecamatan yang dilibatkan dalam riset ini.

“Sampel dipilih secara random, dengan teknik multistage random sampling, dengan jumlah proposional. Toleransi margin of error survei kurang lebih 3,5 persen dengan derajat kepercayaan sebesar 95 persen. Responden diwawancarai tatap muka oleh asisten peneliti berpengalaman. Survei dilakukan mulai 10 Januari sampai dengan 16 Februari,” terang alumni Universitas Brawijaya ini.

Terpisah, Chairman Adiwangsa Research & Consultant, M Yusuf Nurcahyono menyampaikan bahwa sebagian besar masyarakat Kabupaten Malang hanya sekedar tahu saja akan ada Pilkada. Namun, belum mengetahui secara detail terkait pelaksanaan Pilkada nanti.

“Hasil survei kita, sebagian masyarakat Kabupaten Malang belum tahu akan ada Pemilu. Itu dari masyarakat yang paling dalam (pelosok). Belum paham Pilkada ini kapan. Jadi kita dalam hal ini hanya ingin memberikan laporan hasil Jaring Aspirasi Masyarakat Kabupaten Malang,” ungkap Yusuf. (mid/yog)