Pandemi, Grafik Kasus Narkoba Menurun di Kalangan Mahasiswa

Foto : Ruang perkuliahan kosong saat pandemi. (ist)

BACAMALANG.COM – Selain dampak negatif, adanya pandemi membawa dampak positif pada penurunan grafik kasus narkoba melibatkan mahasiswa di Kota Malang.

“Kasus dari mahasiswa menurun sih. Mungkin karena pandemi dan harus belajar daring. Kebanyakan pelaku para pengangguran karena faktor ekonomi sih tepatnya,” kata Kasatreskoba Polresta Malang Kota Kompol Anria Rosa Piliang, baru-baru ini.

Seperti diketahui, Satreskoba Polresta Malang Kota melaporkan, selama pandemi Covid-19, kasus narkoba di kalangan mahasiswa cenderung menurun, dibandingkan masa sebelum pandemi Covid-19.

Saat ini kehidupan perkuliahan mahasiswa di kampus-kampus Kota Malang sedang berlangsung tanpa tatap muka atau daring. Banyak mahasiswa yang hengkang dari Malang dan memilih tinggal di rumahnya masing-masing.

Ia menyebut bahwa peredaran narkotika tidak melihat titik-titik dimana lokasinya. Setiap ada kesempatan, pelaku bisa melakukannya kapan saja dan dimana saja.

Kata dia, hampir setiap kecamatan di Kota Malang ada kasus narkoba. Pengguna rata-rata didominasi oleh masyarakat pengangguran. “Mereka diiming-imingi karena tidak bekerja. Pertama menjadi kurir dengan imbalan dan lain-lain,” imbuhnya.

Satreskoba Polresta Malang Kota melaporkan, data pengungkapan kasus narkoba Januari-Februari 2021, hanya ada dua kasus dari mahasiswa. Profesi pelaku adalah rata-rata dari pekerja swasta, wiraswasta dan pengangguran.

Satreskoba Polresta Malang Kota berhasil mengungkap 65 kasus narkoba dengan 73 tersangka dengan barang bukti ganja 3255,66 gram, sabu-sabu 693,485 gram, ekstasi 31 butir dan pil double L 3614 butir. (*/had)