Pemilik Warung Ini Berharap Corona Cepat Pergi

Foto : Sukardiono. (had)

BACAMALANG.COM – Pemilik warung di Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang berharap dan berdoa badai virus Covid-19 segera berlalu agar usaha kembali normal.

“Saya berharap semoga lekas selesai musibah ini,” tandas Hariyadi pemilik warung di Desa Jatiguwi Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang Rabu (1/4/2020).

Sejak tahun 2000 Hariyadi bersama Sunik ibunya membuka usaha warung yang berlokasi tepatnya di sekitar
penyeberangan Kebonklopo Putuk – Cungkal dekat Sungai Brantas / Waduk Karangkates.

Ia menceritakan adanya pandemi Corona memukul usaha warung yang berada di pinggiran lokasi penyeberangan sungai Brantas di Desa Jatiguwi Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang.

Dikatakannya, sudah sekitar 10 hari ini pendapatan menurun 80% dibanding sebelum memuncaknya Corona.

Jika pada hari biasa ia bisa meraup hasil sekitar Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu, namun saat ini hanya bisa mengantongi hasil Rp 20 ribu sampai Rp 100 ribu saja.

Hal ini karena jumlah pemancing berkurang drastis karena ada himbauan tidak diperbolehkan memancing terkait maraknya virus Covid-19.

Diungkapkannya, yang datang ke warungnya hanya warga lokal desa setempat yang ingin sekedar nongkrong dan jagongan saja.

Ia menuturkan, biasanya sebelum ada himbauan larangan memancing karena Corona, sejumlah pemancing datang berasal dari Kabupaten Malang semisal dari Kecamatan Tumpang dan dari Kota Malang yaitu dari Kecamatan Blimbing.

“Biasanya kalau ada orang memancing, mereka beli mie rebus dan kopi. Kalau sekarang yang ada hanya warga kampung yang ingin ngobrol dan jagongan saja,” urai Hariyadi.

Guna eksis memenuhi kebutuhan sehari-hari, Hariyadi hanya bisa mengandalkan hasil tangkapan ikan di Sungai Brantas yang hanya dikonsumsi dan sebagian dijual.

Sementara itu, penarik jasa penyeberangan perahu Sukardiono mengatakan, hasil yang diperoleh berkurang drastis akibat maraknya virus Covid-19 dan himbauan social distance dan physical distance.

“Sekarang ini sangat susah Mas. Yang mau menyeberang jarang. Kalau hari biasa bisa dapat Rp 50 ribu, tapi sekarang hanya dapat Rp 15 ribu,” ujar Sukardiono.

Pria asal Desa Tlogorejo Kecamatan Pagak Kabupaten Malang ini merasa bingung karena tidak mempunyai pekerjaan alternatif dan hanya mengandalkan dari menarik perahu.

“Saya masih bingung mau cari kerja apa. Tapi saya tetap semangat dan berdoa semoga Virus Covid–19 segera pergi,” pungkas Sukardiono. (had)