Pertamina Gandeng Pemkot Malang Galakkan Penggunaan Masker

Foto: Kampanyekan protokol kesehatan. (ist)

BACAMALANG.COM – Pertamina Melalui Marketing Operation Region V Jatimbalinus menggandeng Pemerintah Kota Malang untuk bersama-sama mengkampanyekan penggunaan masker kepada masyarakat khususnya pengguna bahan bakar minyak (BBM), di SPBU 54.651.73, Kota Malang, Selasa (1/9/2020).

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dukungan Pertamina terhadap Peraturan Wali (Perwali) Kota Malang Nomor 30 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Kota Malang.

Dalam pelaksanaan kegiatan itu dihadiri oleh Sales Area Retail Malang, Gustiar Widodo, Fuel Terminal Manager Malang, Ahmad Zaeni, dan Walikota Malang, Drs. H. Sutiaji.

Gustiar menerangkan, bahwa kegiatan itu diselenggarakan dalam rangka menggalakkan protokol pencegahan Covid-19 dan terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan masker dan penggunaan transaksi non-tunai dalam rangka memutus rantai penyebaran COVID-19, khususnya di Kota Malang.

“Tentunya kami berharap dengan kegiatan yang dilaksanakan bersinergi dengan Pemerintah Kota Malang ini dapat terus mendorong masyarakat tentang pentingnya menggunakan masker dalam kehidupan sehari-hari di adaptasi kebiasaan baru pada masa Pandemi COVID-19,” kata Gustiar.

Disamping itu, Walikota Malang, Sutiaji juga terus menekankan kepada masyarakat agar selalu melaksanakan protokol pencegahan Covid-19 selama beraktivitas dalam kehidupan sehari-hari.

“Berkaitan dengan pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 itu saya kira tidak bisa berdiri sendiri. Salah satu dari usaha kita merangkul semuanya dan memang kepedulian dari teman-teman Pertamina. Karena pakai masker bisa mengurangi 50 sampai 60 persen penularan,” katanya.

Dalam program ini, Pertamina menjalankan program promosi dengan memberikan satu buah masker reusable, gratis kepada pelanggan yang melakukan transaksi BBM Pertamax-Series dengan menggunakan aplikasi MyPertamina dengan minimal pembelian Rp100.000 untuk kendaraan roda empat dan Rp30.000 untuk kendaraan roda dua.

Gustiar menambahkan, promo ini dilaksanakan di 10 SPBU bertanda khusus yang ada di kota Malang, seperti SPBU 54.651.73 Ciliwung, SPBU 51.651.16 Langsep, SPBU 54.651.23 Penanggungan, SPBU 54.651.04 Araya, SPBU 54.651.32 Ki Ageng Gribig, SPBU 54.651.19 Gadang, SPBU 54.651.33 Lowokdoro, SPBU 54.651.06 Soekarno Hatta, SPBU 54.651.05 Tlogomas, dan SPBU 54.651.21 Trunojoyo.

“Sebanyak 2.000 masker disiapkan oleh Pertamina untuk diberikan kepada konsumen secara gratis di 10 SPBU tersebut di wilayah Kota Malang,” imbuh Gustiar.

Transaksi Non-Tunai dan Konsumsi BBM Meningkat

Sejak diberlakukannya adaptasi kebiasaan baru, Pertamina telah memberlakukan protokol pencegahan Covid-19 di seluruh lini bisnis perusahaan. Salah satunya adalah dengan melakukan uji coba pemberlakuan transaksi non-tunai di 80 SPBU yang berada di wilayah Malang Raya, atau yang dikenal dengan Program SPBU PSBB (Pemberlakuan SPBU Ber-NonTunai Bersama).

Pemberlakuan transaksi cashless di SPBU seluruh Malang Raya ini telah dilaksanakan sejak 1 Juli 2020 lalu sebagai fase pertama dan 1 Agustus 2020 sebagai fase kedua.

Sementara itu di Malang Raya, transaksi non-tunai rata-rata di bulan Juni 2020 hanya sekitar 940 transaksi per hari. Setelah dilaksanakan program PSBB fase pertama, Pertamina dalam bulan Juli mencatat transaksi non-tunai meningkat sekitar 2500 transaksi non-tunai per hari. Sedangkan pada bulan Agustus sebagai fase kedua sampai dengan 27 Agustus, Pertamina mencatat rata-rata transaksi harian sebanyak 4.300 transaksi non-tunai per hari.

“Peningkatan transaksi non-tunai ini menjadi indikasi bahwa konsumen SPBU di Malang Raya juga sudah mulai beradaptasi dengan kebiasaan baru, untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarganya,” terang Gustiar.

Selain di Malang Raya yang meliputi wilayah Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu, program ini dilaksanakan di 182 SPBU lain di wilayah Sales Area Malang. SPBU tersebut tersebar di Banyuwangi, Jember, Lumajang, Probolinggo, Pasuruan, Situbondo, dan Bondowoso.

Seperti yang diketahui, penggunaan benda-benda yang disentuh oleh banyak orang, termasuk uang tunai baik kertas ataupun logam sebaiknya terus dikurangi penggunaannya dalam masa Pandemi Covid-19.

“Dikarenakan virus penyebab Covid-19 bisa saja berpindah dari tangan satu orang ke orang lain melalui uang tunai,” tukas Gustiar.

Lebih lanjut Gustiar menyebut, tak hanya peningkatan transaksi cashless di SPBU Malang Raya, Pertamina juga mencatat adanya kenaikan konsumsi BBM, seperti Perta-series (Pertalite, Pertamax) yang meningkat 6 persen dari total konsumsi pada bulan Juli sebesar 24.600 KL menjadi 26.100 KL pada bulan Agustus. Selain itu, konsumsi Des-series (Dexlite, Pertamina DEX) juga meningkat 11 persen dari total konsumsi pada bulan Juli sebesar 540 KL menjadi 600 KL pada bulan Agustus.

Dia berharap Pertamina dapat memberikan kemudahan akan bertransaksi di SPBU bagi para pelanggan setia dari produk Pertamina.

“Pertamina juga tetap menekankan kepada seluruh SPBU untuk menjalankan protokol kesehatan yang berada di SPBU, seperti penggunaan Alat Pelindung Diri, Faceshield, dan melaksanakan Pola Hidup Bersih dan Sehat untuk seluruh karyawan yang berada di SPBU,” pungkas Gustiar. (Lis/Red)