Soal Bentrokan di TMP Kalibata, Rektor UNIRA Malang Bilang Begini

Foto: Hasan Abadi. (ist)

BACAMALANG.COM – Atas maraknya media menayangkan pemberitaan terjadi bentrokan purnawirawan berziarah di TMP (Taman Makam Pahlawan) Kalibata Jakarta dengan mahasiswa, Rektor Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang Hasan Abadi memberikan komentar.

Hasan Abadi mengatakan, pihaknya menilai saatnya sekarang ini semua pihak move on untuk merangkai harmoni persatuan. Serta sebaiknya tidak lagi menggaungkan isu PKI karena berpotensi membuat kegaduhan di tanah air.

“Saatnya semua move on, merangkai harmoni bersama, jangan sampai perbedaan membuat Kita berkonflik, apalagi kemudian saling menghalalkan kekerasan. Hal itu tidak boleh terjadi,” tandas pria yang juga Wakil Ketua PW GP Ansor Jawa Timur tersebut, Kamis (1/10/2020).

Sekilas informasi, Rabu (30/9/2020) telah terjadi peristiwa bentrokan antara purnawirawan dengan mahasiswa saat purnawirawan melakukan ziarah di TMP Kalibata Jakarta.

Gaduh di Tengah Pandemi

Hasan Abadi menuturkan, agar tidak memicu kegaduhan di tanah air selayaknya tidak menggunakan isu kebangkitan PKI.

“Era reformasi Kita telah saling sepakat perbedaan pendapat tidak boleh dibungkam, tetapi juga kurang bijak membawa isu-isu komunisme bangkit lagi. Karena itu hanya membuat gaduh di tengah pandemi, apalagi ideologi itu sudah terinjak mati di negeri-negeri yang sebelumnya menghalalkan komunisme,” jelas Hasan Abadi.

Covid-19 dan Keadilan Sosial

Hasan Abadi menilai saat ini yang lebih urgen adalah fokus menangani Covid–19 dan mewujudkan keadilan sosial.

“Saatnya bersama-sama saling mendukung pencegahan merebaknya pandemi Covid–19. Merebaknya kemiskinan dan menguatkan SDM anak bangsa,” papar Hasan Abadi.

Hasan Abadi mengungkapkan, sebaiknya pemerintah konsentrasi merealisasikan keadilan sosial dan pemerataan ekonomi.

“Pemerintah juga mestinya sekuat tenaga mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. APBN, APBD, Sumber Daya Alam mesti sebesar-besarnya digunakan benar-benar benar untuk rakyat Indonesia. Pemerataan kue ekonomi harus dilakukan secepat-cepatnya, jangan sampai ekonomi dan kekayaan Indonesia hanya dinikmati dan berputar di segelintir orang,” urai Hasan Abadi mengakhiri. (had)