Dinas Pendidikan Kota Malang Digeruduk, Pemkot Angkat Bicara

Foto: Calon orang tua siswa saat di Kantor Disdik Kota Malang. (ist)

BACAMALANG.COM – Pasca digeruduk puluhan orang tua calon siswa yang mengeluhkan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online di Kota Malang bermasalah, Dinas Pendidikan Kota Malang mengaku telah melakukan perbaikan.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Malang, Totok Kasiyanto menjelaskan, bahwa menjelang Selasa siang sudah berjalan dengan baik karena telah sistem diperbaiki.

“Sekarang sudah berjalan lancar, menggunakan NIK (Nomor Induk Kependudukan) yang ada di Dispendukcapil. Sekarang sudah sinkron”, kata Totok, Selasa (2/6/2020).

Pihaknya mengaku Selasa pagi memang ada permasalahan pada sistem PPDB online, namun Totok enggan menyebut permasalahan apa yang terjadi hingga orang tua calon siswa menggeruduk kantor Dinas Pendidikan di Jalan Veteran Kota Malang.

“Saya tidak tahu permasalahan PPDB onlinenya, pokoknya sekarang sudah normal. Sudah kita jelaskan dan diskusi”, imbuhnya.

Sementara itu, Walikota Malang Sutiaji yang mengetahui keluhan masyarakat langsung mendatangi kantor Dinas Pendidikan Kota Malang.

Sutiaji menyebut, bahwa ada permasalahan sistem sehingga menyebabkan puluhan hingga ratusan pendaftar tak bisa mengakses.

“Atas nama Pemkot Malang saya mohon maaf diluar kemampuan kita. Kita sudah ujicoba tiga kali, kalau sistem masalah, ini masalah semua”, kata Sutiaji.

Ia menjelaskan permasalahan itu muncul lantaran server atau jaringan yang ada di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) dengan Dinas Pendidikan belum terhubung.

“Intinya begini, ini ada server yang ada di Dukcapil (Dispendukcapil) belum nyambung ke kita sekarang sudah nyambung, maka data seperti ini kalau sudah valid, 99 persen pasti terupdate”, terang Sutiajii.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejak Selasa pagi 2 Juni 2020 Kantor Dinas Pendidikan Kota Malang digeruduk puluhan orang tua siswa yang tak bisa mengakses PPDB online, mereka menganggap sistem penerimaan peserta didik baru di kota Malang belum siap dan bermasalah. (Lis/red)