Hadapi New Normal, Praktisi Kesehatan Minta Warga Militan dan Mandiri Jalani Protokol Kesehatan

Foto: Kegiatan santunan tetap dibutuhkan saat New Nornal. (ist)

BACAMALANG.COM – Praktisi Kesehatan minta warga Kabupaten Malang bersikap militan dan mandiri menjalankan protokol kesehatan saat pemberlakuan New Normal (NN) mulai Senin (1/6/2020).

“Masyarakat mempunyai peranan penting dan harus berkontribusi positif pada kondisi NN beradaptasi terhadap pandemi Covid-19 ini. Dibutuhkan jiwa militansi yang kuat masyarakat untuk berperilaku sehat dan tidak hanya berpangku tangan kepada tenaga kesehatan semata,” tandas Ketua Yayasan CAKAP WPA (Warga Peduli AIDS) Turen Kabupaten Malang Tri Nurhudi Sasono ,S.Kep.Ns.,M.Kep.Senin (1/6/2020).

Tri menututkan, kemandirian dan kedisiplinan menjalani protokol keseharan bisa dilakukan secara personal atau individual dimulai dari diri sendiri dan anggota keluarga.

“Menurut saya yang paling penting Kita melihat gambaran diri sendiri saja, introspeksi diri, proteksi diri, terapkan physical dan social distancing. Berperilaku sehat, pakai masker, sering cuci tangan dan mematuhi protokol kesehatan. Ini yang dimaksud new normal melaksanakan aktivitas normal dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan berjalan berdampingan di era pandemi,” terang pria yang juga dosen STIKES Kepanjen tersebut.

Tri menjelaskan, dirinya memberi saran dan harapan agar warga tetap semangat, disiplin, positif thinking, berpikir kreatif dan inovatif.

“Tetap semangat menjalani aktivitas NN, disipilin terhadap protokol kesehatan, ambil hikmah positif. Di era NN Kita bisa lebih kreatif dan inovatif. Harapannya dengan adanya perubahan baru Kita bisa lebih baik dan berkontribusi terhadap bangsa dan negara,” urai pria asli Turen ini.

Sementara itu, pendapat senada dilontarkan Sekretaris PMI Kecamatan Turen Kabupaten Malang Sugeng.

Sugeng menuturkan, selayaknya warga tetap menjalankan protokol kesehatan dan berperilaku hidup sehat.

“Kita wajib menjaga kebersihan, protap Covid-19 tetap dijalankan seperti cuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menerapkan social serta phisycal distancing. Semoga Kita terhindar dari virus ini,” jelas Sugeng.

Ia menjelaskan pihaknya sebagai masyarakat senang bercampur was-was, mengingat Covid-19 ini belum sepenuhnya hilang.

“Ada yang sudah memulai usaha. Portal- portal phisycal distancing mulai dibuka. Bagi masyarakat yang berjualan sudah mulai merasa senang dengan hal ini,” terang Sugeng.

Ia mengungkapkan guna mendukung NN, pemerintah desa sudah memberikan bantuan dana desa kepada 151 KK, per KK mendapatkan Rp 600 ribu yang diberikan selama 3 bulan.

“Ini sangat membantu masyarakat prasejahtera yang terdampak Covid–19. Adalagi bantuan sembako dari Bupati Malang, dan bantuan dari swasta Mas Budi Youtuber memberikan sembako kepada masyarakat yang kurang mampu,” pungkas Sugeng. (had)