Pertimbangan Covid-19, LADUB Pilih Tak Deklarasi

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Malang, Muslimin (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Rencana deklarasi bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib dan Didik Budi Muljono alias LADUB yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB terpaksa harus dibatalkan.

Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang PKB Kabupaten Malang, Muslimin menerangkan, batalnya deklarasi itu karena pertimbangan kurva Coronavirus disease 2019 atau Covid-19 di Kabupaten Malang masih belum melandai.

“Atas pertimbangan banyak pihak, dikarenakan kurva perkembangan dampak Covid-19 semakin meningkat, maka demi menjaga agar tidak semakin memperparah dampaknya, deklarasi tidak jadi,” kata Muslimin, Rabu (2/9/2020).

Pria yang juga Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Malang menambahkan, perkenalan pasangan LADUB sebenarnya sudah masif dilakukan sejak penyerahan surat rekomendasi di kantor DPC PKB beberapa waktu lalu. Jadi, meskipun tanpa ada deklarasi lagi, masyarakat sudah mengetahui bahwa PKB telah mengusung LADUB.

“Lagian kemarin di DPC sudah kita umumkan kepada semua, pasangan bu Nyai Lathifah dan pak Didik sebagai Bacabup dan dan Bacawabup PKB,” tegas Muslimin.

Sebagai informasi, LADUB berencana melangsungkan deklarasi pada Rabu (2/9/2020). Ketika itu, Pondok pesantren Raudlatul Ulum 2 di Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi dipilih sebagai tempat deklarasi.

Deklarasi itupun sudah di konsep sedemikian rupa menyesuaikan dengan protokol kesehatan. Namun, pada akhirnya rencana deklarasi itu harus gagal karena pertimbangan pandemi. (mid/yog)