Usung Spirit Nasionalisme, Film Mahasiswa UMM Sabet Juara Festival Indiskop

Foto: Kompetisi Film Pendek di Indiskop Festival 2020. (ist)

BACAMALANG.COM – Mengusung spirit nasionalisme, film karya mahasiswa UMM sukses menyabet juara dalam Festival Film Pendek di Indiskop Festival 2020.

Seperti diketahui, film karya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Ilham Fahmi Dzauqy, berjudul “Sinyal Nol Biji Nol” meraih gelar juara dalam ajang Short Film Competition yang digelar bioskop independen pertama Indonesia, Indiskop.

Karya Ilham dinobatkan sebagai juara tiga di festival film yang digagas aktris Marcella Zalianty.

Kemenangan itu diumumkan dalam siaran langsung Net TV dalam program Tonight Show. Penganugerahan daring ini disiarkan langsung di Youtube, Jumat (28/8) malam.

Film berdurasi 16 menit 5 detik ini menceritakan tentang Tansah anak kelas 4 SD berumur 12 tahun yang bersusah payah mencari koneksi internet demi mengikuti upacara online di hari kemerdekaan Indonesia.

Upacara itu sangat berarti baginya sehingga ia harus melibatkan Pakliknya Andik dalam usahanya mencari koneksi internet.

Alihh-alih membantu, Andik malah menimbulkan masalah baru. Namun akhirnya untuk menyelesaikan masalah tersebut, Andik menemukan cara diluar dugaan.

Film ini setidaknya melibatkan 10 orang kru dan 4 aktor. Tujuh orang diantaranya merupakan mahasiwa UMM dari berbagai jurusan. i

Sisanya merupakan para pegiat film Malang Raya. Dalam project ini, selain sebagai penulis naskah, Ilham juga bertindak sebagai sutradara.

Dalam penulisan naskah film “Sinyal Nol Biji Nol” Ilham tak sendirian. Ilham menuliskan naskah film ini bersama mahasiswa UMM lainnya Tri Nur Hidayat dan alumnus UMM yang juga aktif menulis naskah film, Firda Irawan.

Untuk kali pertama, seluruh rangkaian Indiskop digelar secara daring. Menurut Marcela, festival ini dapat menjadi pendorong kreator sekaligus pencinta film nasional untuk berpartisipasi membangun ekosistem perfilman Tanah Air.

“Dengan mengusung tema ‘ #darirumahuntukindonesia, ini sesuai dengan sikap gotong royong, dan juga inspiratif karena didistribusikan secara online. Semoga juga dapat menyebarkan optimisme di tengah situasi pandemi saat ini,” kata Marcella.

Ilham yang merupakan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi ini memang aktif di dunia sinematografi.

Ia bersama kawan-kawan sineas satu kotanya, Kota Batu, aktif menghidupi komunitas film bernama Sinema Mbatu Adem.

Ia juga sebelumnya telah memenangi banyak kompetisi film diantaranya Juara 2 Politic PSA “Kenali, Tentukan” Video Competition Pilpres Ala Kamu oleh NET.CJ NET TV 2019 serta Film Editing Terbaik – Film Pendek “Tenda Radit” Cinematography Competition Credia.id 2019.

“Saya harap film pendek menjadi budaya baru dalam mencari sebuah tontonan. Alangkah senangnya jika didirikan bioskop independen maupun tidak yang khusus menayangkan film pendek karya sineas lokal. Bukan hanya di kota, bahkan di setiap pelosok kabupaten atau kecamatan. Bagi saya ini akan menjadi proses pengenalan dan literasi kepada seluruh masyarakat Indonesia tentang bagaimana film dibuat sampai ditayangkan dan adakah bentuk film yang berbeda formatnya,” pungkas Ilham. (had/red)