Peminat Usaha MUA Membludak, Bertekad Dirikan LKP

Foto: Ainayyah ingin mencetak pebisnis MUA. (ist)

BACAMALANG.COM – Saat ini jumlah peminat usaha (bisnis) make up artist (MUA) membludak. Hal ini tak ayal menjadikan pelaku usaha MUA Ainayyah Humairah yang mempunyai kepedulian, memutar otak untuk sekedar memberdayakan, dan mewadahi peminat usaha MUA tersebut.

“Alhamdulillah meski pandemi, namun jumlah peminat usaha MUA ini semakin meningkat. Sayang kalau Kita tidak mewadahi dan memfasilitasi mereka yang ingin maju namun memiliki keterbatasan finansial dan kendala lainnya. Makanya saya merintis mendirikan Lembaga kursus dan pelatihan (LKP),” tegas Ainayyah Humairah, Senin (2/11/2020).

Baru 20%

Ainayyah mengatakan, hingga kini dirinya baru bisa menyiapkan 20 % untuk mendirikan LKP. “Saya baru menyiapkan 20 persen dari prosentase 100% karena memang untuk pendaftaran LKP membutuhkan banyak persyaratan,” tutur Ainayyah.

Terkait kelebihan dari LKP dalam upaya pemberdayaan, Ainayyah menuturkan, jika mengikuti LKP maka bisa diberikan pemberdayaan secara berkelanjutan dan intensif.

“Jadi disini masyarakat yang tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun yang tidak bekerja, bisa menyiapkan masa depannya dengan ketrampilan dan kreativitasnya. Sehingga masyarakat bisa bangkit serta bisa meningkatkan taraf hidup mereka serta keluarganya,” papar Ainayyah.

Sekilas LKP

Lembaga Kursus dan Pelatihan adalah salah satu bentuk satuan Pendidikan Nonformal yang diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri, dan atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Untuk mendirikan, maka harus mendaftarkan ke dinas pendidikan dan keberlangsungan LKP dibiayai oleh pemerintah. Lembaga Kursus dan Pelatihan ini menangani kursus Tata Rias Pengantin, Tata Kecantikan Kulit, Tata Kecantikan Rambut serta Hantaran.

“Sampai sekarang saya masih merintis sifatnya. Tahapan sekarang saya masih memperbanyak siswa private saja biar bisa buka LKP dan bisa meyakinkan pihak dinas,” urai Ainayyah.

Meskipun untuk bisa mendirikan LKP membutuhkan banyak persyaratan yang tidak mudah, namun Ainayyah menyikapi dengan enteng dan tenang. “InshaAllah tidak akan ada hal sulit selagi Kita mau berusaha,” tukas Ainayyah.

Lima Belas Persyaratan

Setidaknya ada 15 item persyaratan untuk bisa mendirikan LKP. Yaitu meliputi : 1.Foto copy KTP Pimpinan LKP. 2. Akte Pendirian Badan Usaha dan Pengesahannya. 3. Keterangan status kepemilikan tanah/bangunan atau Surat Perjanjian Kontrak. 4. Bukti pembayaran PBB tahun berjalan. 5. Daftar fasilitas kelengkapan belajar.

Item berikutnya adalah diantaranya, 6. Data warga belajar (lengkap).7. Rencana pembelajaran/silabus. 8. Rencana pembiayaan untuk penyelenggaraan LKP untuk 1 (satu) tahun ke depan. 9. Daftar pengurus dan pengajar / struktur organisasi. 10. Surat Pengangkatan sebagai tenaga pengajar dari pimpinan LKP / Kontrak Kerja. 11. Ijazah Kompetensi penyelenggara dan tenaga pengajar.

Persyaratan lainnya masih ada tiga item, yakni 12. Surat pernyataan pimpinan LKP bersedia menaati peraturan bidang pendidikan dan bahwa berkas dokumen yang dibuat adalah benar (bermaterai 6000). Izin tetangga (diketahui kelurahan) dilengkapi fotocopy KTP (Khusus di perumahan).14. Perjanjian franchise untuk lembaga LKP yang mempunyai kerjasama dengan pemilik brand. 15. Denah ruang dan peta lokasi belajar.

Prioritas yang Kekurangan Finansial

Ainayyah menuturkan, dirinya ingin membantu mewujudkan harapan dan cita-cita semua orang yang mau berusaha memperoleh kehidupan yang lebih baik lagi. “Adanya bantuan pemerintah itu hanya saya inginkan khusus untuk membantu beberapa orang yang benar-benar ingin mewujudkan cita-cita tapi terkendala oleh finansial,” imbuh Ainayyah.

Hal ini karena menurut Ainayyah, walaupun ia mengeluarkan tenaga, kemampuan dan finansial akan tetap kurang, karena yang ingin belajar sangat banyak. “Karena walaupun saya mengeluarkan tenaga, kemampuan dan finansial akan tetap kurang. Karena yang ingin belajar sangat banyak. Dukungan dari pemerintahpun saya harapkan,” jelas Ainayyah.

Pemerintah hadir

Ainayyah berkeinginan kuat membuat LKP, karena ia membutuhkan penunjang agar anak didik mempunyai skill mumpuni melebihi kapasitas. Bisa terbantu oleh negara dan diperhatikan oleh negara. Jika negara bisa memperhatikan masyarakat golongan bawah sebenarnya banyak yang memiliki potensi dan kemauan besar untuk mendapatkan kehidupan yang layak.

“Mereka sangat perlu diperhatikan. Karena lapangan pekerjaan yang disediakan oleh negara dan swastapun masih tidak mampu menyerap angka pengangguran. Jadi disini saya ingin memberikan motivasi semangat kepada semua anak didik saya untuk membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya yang mandiri, agar memiliki pendapatan layak,” terang Ainayyah.

Ainayyah mengungkapkan, gambaran potensi bisnis/ usaha MUA sangat bagus, karena sekedar gambaran, pendapatan MUA untuk satu kali merias, bisa setara dengan gaji PNS 1 bulan. “Tapi memang modal awal harus besar. Itupun harus banyak memiliki segala kreativitas serta loyalitas kerja jika ingin usahanya berkembang dengan baik. Doakan proses mendirikan LKP lancar,” pungkas Ainayyah. (had)