Malang Grindcore Forum, 30 Tahun Bukti Eksistensi

Foto: Malang Grindcore Forum. (ist)

BACAMALANG.COM – Malang era 80-an rock menggema menorehkan predikat “Malang Barometer Musik Rock”, tapi di era millenial sekarang?
Hemm..

Pastinya bisa mengulang sejarah kembali dengan amunisi muda dan musisi Malang Raya yang semakin kompak bersinergi membangun integritas musik di kota tercinta ini.

Salah satunya agenda dari scene Grindcore Malang Raya yang di promotori oleh Mr. Gandhi Pakis Parah. Yaitu pemutaran film dokumenter dari band Proletar (Jakarta Grindcore) yang bertemakan Screening Tour 2020 “Grind For Better Life”, agenda event tersebut terjadwal di 33 kota di seluruh Indonesia dan di Kota Malang sendiri event ini terlaksana pada 28 November 2020 di Godbless Café Sawojajar yang di organisir oleh Mr. Gandhi Pakis Parah beserta Mr. Ecko KM|88.

Di Malang sendiri jenis musik Grindcore sudah ada sejak era 90-an, bersamaan dengan genre cadas yang lain macam death metal, black metal, hardcore dan punk.

Sabtu yang cerah di Godbless Café (sawojajar) sekira jam 3 sore, sudah ada beberapa orang yang siap memulai acara ini. Sebenarnya bukan sebuah acara besar atau event musik dan hanyalah sebuah acara pemutaran film dokumenter dari band Proletar (Jakarta) bertajuk Grind For Better Life – Screening Tour 2020.

Tapi dari pihak panitia ada live performances dari 3 unit Grindcore yaitu Sabotase, Slavegod dan Sluger.
Setelah sedikit berbasa-basi, ngobrol tentang skenario dan diselipi pertanyaan tentang kabar, Kami semua diajak naik ke lantai 2 Café.

Sudah nampak seperangkat alat musik yang disediakan oleh pihak Godbless Café untuk ketiga band performances. Di jam 15.30 WIB sudah nampak Sabotase cek sound dan acara segera dimulai.

Setelah dibuka oleh moderator (Mr. Gandhi Pakis Parah) dengan beberapa prolog akhirnya Sabotase menggeber distorsi dengan 14 materi mereka yang benar- benar menggerinda.

Lepas Sabotase memainkan 14 materi mereka, dilanjutkan dengan Slavegod. 4 orang pemuda dengan dibantu seorang di bagian sound effects, mereka memainkan 12 lagu dan ada spesial guests bersama Mr. Hellpyox (Inhale Exhale – Nasum) dan juga bersama Mr. Agung (Punk Not Dead – Alergi Kenthes).

Di jam 16.50 WIB giliran Sluger, unit Grindcore dari Kota Batu yang mengajak kami untuk pogo dan pencolotan. Dengan berbekal 15 materi, mereka berhasil membuat panas 2nd floor Godbless Café dan di jam 17.15 mereka turun dari stage bersamaan dengan kumandang Adzan Maghrib.

Disela waktu break untuk sholat, panitia kemudian bergerak untuk mempersiapkan acara Screening. Mulai menata kursi layaknya disebuah bioskop, memasang proyektor dan peralatan sound serta sebuah skrin yang cukup besar sebagai media film.

Tepat jam 19.00 WIB, setelah ada acara Video Calls secara langsung dengan personil band Proletar dan akhirnya film dokumenter dimulai. Semua lampu di matikan, hening dan benar-benar merasakan suasana didalam bioskop..haha.

Namun sebelum itu, Mr. Nonot Predator menyampaikan beberapa pernyataan yang positif. Ketika sebuah apresiasi untuk band sekelas Proletar, yang sudah lebih dari 20 tahun eksis di skena musik Grindcore dan bahkan eksistensi mereka sudah di akui oleh skena Internasional. Matur suwon Sam Nonot..

Dengan durasi selama 130 menit, film pun selesai dan sampai di menit terakhir tampak 2 buah kursi dipasang di depan skrin bersama sebuah meja untuk acara ngobrol santai.

Dikarenakan Mr. Samack berhalangan hadir, posisi beliau digantikan oleh Mr. Andri Bangkai yang saat itu datang bersama putranya dan di sesi obrolan santai ini beliau di temani Mr. Hellpyox.

Dimulai prolog tentang isi film yang sudah Kami saksikan, disertai beberapa aksi kocak dari Mr. Hellpyox dan di akhir obrolan Mr. Andri Bangkai menyampaikan bahwa “Grindcore adalah diri kalian, persetan dengan musik serta lirik yang kalian sampaikan. Tapi kalian adalah Grindcore!!”. ujar Mr. Andri dengan nada tegasnya disela acara Screening Tour 2020 at Godbless cafe, Sabtu (28/11/2020).

Sebuah apresiasi yang luar biasa kepada Mr. Andri, ketika beliau mulai memainkan musik Grindcore di tahun 1992 bersama band Primitive Symphony dan di 1994 beliau bikin band dengan nama BANGKAI hingga saat ini.

Sesi akhir adalah foto bersama, di titik 22.00 WIB..hehe. Dimana akhirnya terbentuk sebuah forum diskusi, berbagi pengalaman, berbagi pengetahuan, info rilisan, info event dan lainnya.

Beliau-beliau mencetuskan sebuah group di Facebook bernama Malang Grindcore Forum, yang nantinya segala sesuatu mengenai skena musik Grindcore di Malang Raya ada disana.

Perasaan puas, bangga dan senang menghampiri kami ketika beranjak pulang meninggalkan area Godbless Café. Berharap akan ada lagi gelaran spesial seperti ini, dimana Kami bisa lebih dekat dengan dolor-dolor pelaku musik serta pemerhati musik dengan genre Grindcore di Malang Raya.

Dengan adanya pemutaran film dokumenter dari band Proletar ini, semakin mengajak Kami untuk tetap konsisten, saling mendukung, saling bantu dan berbenah untuk menjadi solid dalam menjalin hubungan dengan scenester lokal maupun luar. Akhirnya, tetap dengan slogan segan kami “MALANG KOTA GRINDCORE”.

Terima kasih terdalam untuk Godbless Café yang menyediakan segala equipment untuk kelancaran acara ini, mulai dari alat musik, proyektor, skrin dan juga venue yang mboiiiiisss.

Terima kasih juga untuk Mr. Gandhi Pakis Parah dan Sindikat Ndeso, yang tetap menjalin hubungan dengan orang-orang diluar sana, hingga Malang semakin disegani sebagai kota berjuta konsep musik sampai hari ini.

Kami tunggu gelaran Pakis Parah berikutnya Sam, acara legend dari orang-orang di Sindikat Ndeso.
Terima kasih paling hebat Kami sampaikan kepada Mr. Ecko Nixau dari KM|88, yang sudah menyambungkan aspirasi ke pihak Godbless Café. Entah apa yang beliau sampaikan kepada manajemen Godbless Café, hingga bisa menggelar acara Screening Tour ini disertai live performances band. Notes dari pihak Proletar, bahwa Malang adalah satu-satunya kota yang mengadakan pemutaran film dengan live band. Kipa Sam!!

Sampai jumpa lagi, jaga kesehatan dan tetap semangat!! Grind Your Mind and Respect Now. (*/had)

Berikut adalah jadwal Screening Tour 2020 Proletar “Grind For Better Life”:
21 Nov : Padang
22 Nov : Denpasar
28 Nov : Malang
28 Nov : Sukoharjo
28 Nov : Madiun
28 Nov : Batam
28 Nov : Blitar
28 Nov : Tabanan
28 Nov : Jambi
29 Nov : Pontianak
29 Nov : Banjarmasin
03 Des : Yogyakarta
04 Des : Palangkaraya
04 Des : Samarinda
05 Des : Tarakan
05 Des : Purwokerto
05 Des : Makassar
05 Des : Sangatta
05 Des : Tenggarong
05 Des : Lamongan
05 Des : Bojonegoro
05 Des : Pare
05 Des : Kediri
05 Des : Banyuwangi
05 Des : Gresik
05 Des : Pasuruan
05 Des : Surabaya
05 Des : Ngawi
06 Des : Jember
06 Des : Pandaan
06 Des : Cirebon
06 Des : Pekanbaru
13 Des : Balikpapan