Maksimalkan Instagram, Survive Bisnis Cupang Kala Pandemi

Foto: Subhan (bertopi), penjual Ikan Cupang. (ist)

BACAMALANG.COM – Kemajuan teknologi digital memberi kemanfaatan positif di tengah situasi yang masih dilanda pandemi seperti sekarang ini. Setidaknya itulah gambaran kisah warga Jalan Cilandak Dalam Jakarta Selatan, Muhammad Subhan menekuni usaha budidaya Ikan Cupang Hias.

“Saya sangat prihatin atas pandemi. Tapi Saya bersyukur usaha tetap jalan dengan memaksimalkan penjualan lewat instagram,” terang Muhammad Subhan, Selasa (2/2/2021).

Sekilas informasi, saat ini sebagai sebuah sektor ekonomi yang menjanjikan, bisnis Ikan Cupang semakin prospektif dan menggiurkan. Para pelaku usaha kerapkali menamakan usaha Ikan Cupang dengan nama Betta. “Betta itu berasal dari klan prajurit kuno yang disebut ‘Bettah’ yang artinya aduan, dan Cupang adalah salah satu ikan aduan terkenal dari zaman dulu, untuk itulah Cupang dinamakan Betta hingga saat ini, menurut saya,” tutur Subhan.

Subhan menceritakan, dirinya memulai budidaya ikan Cupang sekitar 2 tahun yang lalu. Seiring berjalannya waktu, kini usahanya sudah memiliki ribuan Cupang termasuk anakan Cupang. “Sampai saat ini Saya punya ribuan ekor Ikan Cupang. Saya spesialis Cupang Multicolour. Saya menjual dengan harga Rp 150 ribu sampai Rp 3,5 juta,” imbuh Subhan.

Trenyuh Pandemi

Ia mengaku sedih melihat dampak pandemi. “Saya tentunya sangat sedih melihat banyaknya usaha yang mati dikala pandemi, Karena banyak juga dari mereka betul-betul kehilangan mata pencahariannya. Sangat prihatin, sebab pandemi ini sangat memukul jatuh perekenomian, menurunkan banyak minat pembeli, akibatnya daya jual pun semakin merosot, penghasilan dari usaha tak lagi sama seperti dahulu tentunya bagi usaha-usaha yang terdampak,” tukas Subhan.

Ia menjelaskan, usaha Cupang cukup prospektif. “Sangat berprospek, karena usaha ini tidak lekang oleh waktu, marketnya ada tersendiri, melihat ke depan, peminatnya pun semakin banyak, semakin banyak pula inovasi-inovasi yang dilakukan oleh bredeer dalam mencetak ikan cupang sehingga pasarnya pun semakin beragam dan tidak monoton,” papar Subhan.

Terbantu Instagram

Subhan mengungkapkan, untuk pembeli banyak dari penjualan online, terutama Instagram, banyak pula dari visit yang datang langsung ke lokasi untuk membeli ikan. “Untuk saat ini karena saya sendiri adalah Specialis multicolour, saya rasa yellow base multi sedang naik daun,” imbuh Subhan.

Untuk berbagi ilmu dan merangkul warga, ia mengatakan ada keinginan ke arah itu. “Ada keinginan, namun sayapun juga masih banyak belajar sampai tahap ini, saya juga ingin agar orang lain dapat berkembang dan merasakan penghasilan dari si ikan hias kecil ini,” urai Subhan.

Subhan menguraikan salah satu tantangan menjalankan usaha ini adalah mendapatkan pakan hidup. “Untuk tantangannya karena saya sendiri berada di wilayah Ibu kota Jakarta, adalah sulitnya mendapatkan pakan hidup yang baik untuk Cupang. Kemudian lahan juga menjadi salah satu kendala untuk ternak ikan dengan jumlah lebih besar,” imbuh Subhan.

Income Jutaan

Untuk pemasukan Subhan mengatakan per hari bisa mencapai jutaan rupiah. “Sehari bisa jutaan. Untuk profesi saya sendiri adalah seorang karyawan sampai dengan saat ini, dan usaha Cupang ini awalnya adalah usaha sampingan saya. Namun Alhamdulillah bisa terus berkembang,” terang Subhan.

Ia berharap usahanya bisa berkembang sampai menembus pasar internasional. “Harapan saya semoga usaha Cupang yang saya jalani akan semakin berkembang, dapat merambah ke ranah internasional, dapat menciptakan lapang pekerjaan baru dari usaha ini dan pandemi ini tentunya segera berakhir. Agar pasar, minat, dan daya jual beli kembali normal dan semakin meningkat lagi tentunya. Bagi yang pingin tahu koleksi saya bisa mengintip di Instagram, betta_punyanama,” pungkas Subhan. (had)