Terdampak Longsor, Warga Dusun Brau Terima Bantuan Dewanti Rumpoko

Wali Kota Batu Dra. Hj. Dewanti Rumpoko, M.Si, saat mengunjungi warga terdampak longsor di Dusun Brau. (Foto: Diskominfo Pemkot Batu)

BACAMALANG.COM – Wali Kota Batu, Dra. Hj. Dewanti Rumpoko, M.Si meninjau lokasi tanah longsor dan tanah gerak di RT 2, RW 10, Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Rabu (3/2/2021).

Kedatangannya itu bersama Wakil Wali Kota Batu Ir. H. Punjul Santoso, MM dan sejumlah Kepala OPD dilingkungan Pemkot Batu.

Wali Kota Batu dan rombongan, mengunjungi warga pengungsi yang sedang melakukan pemeriksaan kesehatan di salah satu rumah warga.

Pemeriksaan kesehatan itu, dilakukan oleh tim dari Puskesmas Bumiaji dan Dinas Kesehatan Kota Batu.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota Batu dan Wakil Wali Kota Batu juga menyerahkan bantuan, yakni berupa makanan dan pakaian serta sejumlah perlengkapan untuk kebutuhan sehari hari.

“Dengan bantuan ini, yang mungkin memang diperlukan para pengungsi selama tinggal di tempat relokasi, dan tenda darurat yang didirikan BPBD Kota Batu sebagai tempat evakuasi warga,” kata Budhe sapaan akrabnya.

Demi keselamatan bersama, Politisi PDIP ini juga menghimbau kepada warga Dusun Brau, yang rumahnya di dekat tebing dan lereng bukit.

“Kepada warga masyarakat Dusun Brau untuk sementara waktu bersedia mengungsi. Kami Pemerintah Kota Batu, berjanji akan segera mencarikan tempat untuk relokasi,” ujarnya.

Menurut menantu almarhum Ebes Soegiyono ini, awalnya Pemerintah Kota Batu ingin membuat tempat relokasi diatas lahan yang semula akan digunakan sebagai kandang komunal.

“Namun hal itu tak bisa serta-merta dilakukan, karena saat ini masih dalam tahap negosiasi. Tapi, nantinya jika lahan yang diinginkan itu tidak dapat ditukar guling, maka Pemerintah Kota Batu akan mencarikan jalan keluar yang lain,” tukas dia.

Mantan None Jakarta ini juga telah meminta kepada Camat Bumiaji dan Kepala Desa setempat, untuk mendata warga terdampak yang memiliki lahan di tempat lain.

“Ya, tujuannya agar supaya bisa mendirikan rumah baru dan Pemerintah Kota Batu akan membantu proses pembangunannya,” ucapnya.

Namun, bagi warga terdampak yang tidak memiliki lahan lain, lanjut mantan Dosen UNMER Malang ini, Pemerintah Kota Batu akan mencarikan Tanah Kas Desa (TKD) alias tanah bengkok.

“Selanjutnya di tanah tersebut bisa dibangun rumah atau hunia baru bagi warga masyarakat Dusun Brau,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, sedikitnya ada 15 KK di Dusun Brau yang terpaksa diungsikan akibat terjadinya tanah longsor di dusun tersebut. (Eko)