Besok Pagi, Relawan Cari Santri An-Nur yang Hanyut di Kalimanten

Kapolsek Bululawang, Kompol Pujiyono saat memberikan keterangan kepada wartawan (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Relawan gabungan akan melakukan pencarian terhadap dua orang santri Pondok Pesantren An-Nur 2 Bululawang yang diduga hanyut terbawa arus sungai Kalimanten mulai besok pagi, Rabu (4/3/2020).

Hal itu diterangkan Kapolsek Bululawang, Kompol Pujiyono, usai melaksanakan koordinasi dengan sejumlah relawan gabungan di Ponpes An-Nur 2, Selasa (3/3/2020).

“Malam ini sesuai SOP (standar operasional prosedur, red), bahwa tidak mencari di dalam sungai, tetapi pemantauan. Akan dilanjutkan besok, yaitu dengan mencari korban tersebut di dalam sungai,” ujar Pujiyono.

Perwira polisi dengan satu melati di pundak itu menerangkan, pencarian korban akan dilakukan dengan cara menyusuri sungai Kalimanten. Ada sejumlah relawan gabungan yang terlibat dalam pencarian.

“Dari Polsek Bululawang ada 10 personil, kemudian dari Koramil ada 10 personil, tim SAR dan unsur-unsur lain itu ada sekitar 35 personil. Untuk pantauan sudah dibagi, itu dari hulu, di posko, dan di jembatan Kalimanten. Dibagi dalam tiga tim,” paparnya.

Pujiyono menambahkan, pihak keluarga santri yang diduga hanyut sudah diberitahu.

“Untuk keluarga sudah. Bahkan sudah datang yang dari Turen, tinggal nunggu yang dari Blimbing Kota Malang,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, dua orang santri Pondok Pesantren An-Nur 2 Bululawang diduga hanyut terbawa arus Sungai Kalimanten yang lokasinya persis di sebelah pondok.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu diketahui terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, Selasa (3/3/2020).

Adapun dua orang santri yang diduga hanyut diantaranya, Media Agus Riono (16) dan Abdul Rasyid (16). Media diketahui merupakan warga Kecamatan Turen, sedangkan Abdul merupakan warga Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. (mid/yog)