Jembatan Penghubung Antar Desa di Pakisaji Putus

Kondisi jembatan penghubung antar desa yang putus di Pakisaji (ist)

BACAMALANG.COM – Arus sungai Metro yang deras akibat diguyur hujan sejak Senin (2/3/2020) malam mengakibatkan jembatan penghubung antar desa di Dusun Binangun, Kecamatan Pakisaji, putus.

Salah satu Ketua Rukun Warga (RW) di Dusun Binangun, Sumiyar, menjelaskan jika jembatan itu tidak kuat menahan banyaknya material yang terbawa arus sungai.

“Banyak pohon bambu yang tumbang dan jatuh ke sungai, setelah itu ada yang patah sehingga menutup jalannya air sehingga sampah-sampah menumpuk dan air tidak bisa mengalir. Akhirnya merusak pondasi, menggerus pondasi jembatan,” ujar Sumiyar, Selasa (3/3/2020).

Sumiyar menerangkan, jembatan tersebut telah dibangun sejak tahun 1985. Jembatan ini sendiri menghubungkan sejumlah desa, antara lain Desa Tambaksari, Pendem, Lemah Duwur dan Gading Sari.

“Jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat mulai dari Kepanjen menuju Malang atau sebaliknya. Sehingga jembatan perlu segera di perbaiki,” ungkapnya.

Beruntung dalam peristiwa putusnya jembatan itu tidak ada korban jiwa. Kini, warga harus rela memutar jauh untuk berpergian.

“Kalau memutar sekitar 3 sampai 5 kilometer. Setelah putus warga memberitahu warga lainnya, agar tidak melintas ke jembatan,” pungkas Sumiyar. (mid/yog)