Meski Tanpa Setor, Ini Dilema Sopir Bis Bagong

Salah satu sopir bis Bagong, Zainal saat membawa penumpang (ist)

BACAMALANG.COM – Perusahaan otobus Bagong untuk sementara meniadakan setoran bagi sopir usai kembali beroperasi pasca Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB di Malang Raya.

Direktur PT Bagong Dekaka Makmur, Budi Susilo mengatakan bahwa trayek bis Bagong dibuka secara bertahap sejak, Selasa (2/6/2020).

“Trayek dibuka bertahap. Setoran hanya beberapa hari saja, karena sebagai bekal beli solar ke kru. Tapi tidak berlarut karena perusahaan harus dapat untung selain mengedepankan pelayanan,” ucap Budi, Rabu (3/6/2020).

Budi juga menyampaikan, hingga saat ini yang dibuka baru trayek angkutan umum. Sedangkan, untuk layanan bis pariwisata belum beroperasional.

Terpisah, salah satu sopir bis Bagong, Zainal mengaku, meskipun sudah kembali jalan lagi, tapi ada dilema tersendiri bagi para sopir. Katanya, penumpang hanya hitungan jari, belum seperti biasanya.

“Sepi sekali, kemarin rit (sekali jalan antar terminal, red) pertama berangkat dari Terminal Blitar, dapat satu, jalan terus dari Kesamben itu dapat satu, sampai Malang itu tidak poin lagi. Rit dua, bawa lima penumpang. Hari ini, rit pertama sampai Pakisaji, baru bawa lima penumpang. Kan empat rit, dua kali pulang pergi,” ungkap Zainal.

Sejak kemarin beroperasi dengan kondisi sepi penumpang, Zainal mengaku sudah tekor untuk biaya bahan bakar minyak atau BBM. Dia mengaku hanya bisa pasrah dengan kondisi itu.

“Kita berangkat tiga hari ini sudah minus solar Rp 350 ribu. Itu ambil dari saku sendiri, sudah tombok istilahnya, biar bisa jalan terus. Ya solusinya nanti kalau minus terus ngomong apa adanya ke pimpinan, kalau gak punya untuk beli solar ngomong apa adanya. Sampai hari ini gak setor, besok mungkin kan setor, buat laporan ke pimpinan ya bisa juga kita foto pas bawa penumpang berapa. Ini soalnya mikir solar saja masih gak bisa. Kalau kita ya tetap semangat,” tukasnya. (mid/yog)