Adaptasi BINUS University dengan New Normal, Ini Kata Rektor

Foto: Meet and Greet BINUS University dengan media melalui virtual meeting, Jumat (3/7/2020). (nedi putra aw)

BACAMALANG.COM – Pandemi COVID-19 memberi dampak pada semua aspek kehidupan, mulai perekonomian hinggapendidikan. Adanya protokol kesehatan jaga jarak, memaksa orang menjadi akrab denganistilah Work from Home (WFH). Namun seiring dengan era new normal, diperlukan suatu adaptasi, tak terkecuali untuk lembaga pendidikan seperti BINUS University dengan 40.000 mahasiswanya.

“Pandemi membuat bidang pendidikan berkurangnya faktor interaksi dengan adanya sistem daring,” ungkap Rektor BINUS University Prof. DR.Ir. Harjanto Prabowo, MM saat meet and greet dengan media lewat virtual meeting zoom, Jumat (3/7/2020).

Harjanto menambahkan, pendidikan bukan hanya bidang pengajaran saja, tapi juga pengembangan karakter dan peningkatan kualitas hidup. Dia memberi contoh, seperti pada sistem reguler sebelum pandemi di BINUS, mahasiswa yang menyontek akan di-DO, namun sejak sistem daring diberlakukan, definisi menyontek menjadi blur, sehingga BINUS mendorong mahasiwa agar berperilaku baik dengan menghragai karya orang lain saat membuat karya tulis atau ujian.

“Pendidikan dan masyarakat saling terkait, karena pendidikan membuat masyarakat berkembang, sementara masyarakat membuat pendidikan juga berkembang, disinilah BINUS harus menangkap relevansinya agar bisa memberi solusi pada masyarakat,” terangnya.

Dinamika saat ini, imbuhnya, membuat pihaknya terus mencari cara-cara yang sesuai dengan kenormalan baru, agar pendidikan masih tetap berlangsung sesuai dengan protokol kesehatan.

Harjanto juga menilai sistem daring membuat interaksi menjadi berkurang, padahal justru interaksi itulah yang masih diperlukan dalam proses belajar mengajar.

“Interaksi mendorong segi affectivetif bukan hanya cognitivenya, sehingga menggerakkan kearah psikomotoris dengan banyak melihat cerita, real case dan sharing,” urainya.

Di sisi lain, President of BINUS Higher Education Stephen WahyudiSantoso menuturkan, salah satu cara BINUS beradaptasi dengan era new normal ini adalah menitikberatkan pada tenaga pengajar atau para dosen, baik waktu, effort maupun knowledegenya agar bisa mengakses kompetensi dan kemampuan belajar mahasiswanya.

“Komunikasi tidak terbatas hanya dua jam perkuliahan saja, tapi lebih intens lewat media lainnya,” ujarnya.

Stephen mengaku sistem daring di BINUS sudah dijalankan sebelum masa pandemi, meski hanya sekitar 30 persen.

“Pada prinsipnya kami sudah terbiasa karena sistemnya sudah siap, meskipun tidak ideal,” imbuhnya.

Namun senada dengan Rektor, Stephen masih sangat percaya bahwa tidak semua pembelajaran akan digelar daring, karena interaksi di kampus, masih merupakan bagian penting dari proses pembelajaran.

Sementara Vice President of BINUS Higher Education George Wijaya Hadi Poespito menyoroti bagaimana sistem daring di masa pandemi ini membuat beban kerja dosen dan karyawan menjadi bertambah berat.

“Meskipun tampaknya hanya duduk di depan komputer saja,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya sering menggelar olahraga bersama meski secara virtual.

George menambahkan, BINUS punya Gugus Tugas untuk memantau semua civitas akademika. Bahkan sudahmenggelar donasi, terutama pembagian Alat Pelindung Diri (APD) kepada para relawan dan tenaga medis di garda terdepan di sedikitnya 20 rumah sakit.

“Kami berusaha menjaga engagement dengan semua pihak, dan berdoa serta berharap agar pandemi segera berlalu,” pungkasnya. (Ned/Red)