Goweser Lanud Abd Saleh Bagikan Bansos untuk Warga Terdampak Covid-19

Foto: Danlanud Abdulrachman Saleh Marsma TNI Hesly Paat membagikan sembako kepada warga, Jumat, 3/7/2020. (ist)

BACAMALANG.COM – Komandan Pangkalan Udara TNI (Lanud) Abdulrachman Saleh, Malang Marsma TNI Hesly Paat, yang diikuti para goweser Lanud Abdulrachman Saleh menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako untuk lima desa di sekitar Lanud, Jumat (3/7/2020).

Sembako yang berasal dari personel Lanud Abdulrachman Saleh itu diberikan kepada warga dari lima desa terdampak Covid-19.

Goweser memulai perjalanannya dari Monument Bakti Dirgantara Lanud Abdulrachman Saleh menuju lima desa sebagai desa penyangga dan desa binaan Lanud Abdulrachman Saleh yang terdampak Covid-19, di kawasan Lanud Abdulrachman Saleh.

Dalam pembagiannya, Lanud Abdulrachman Saleh menerjunkan juga tiga Babinsa Lanud Abdulrachman Saleh dan staf Binpotdirga yang berperan memfasilitasi antara TNI AU dengan masyarakat setempat.

Desa pertama yang dikunjungi para goweser ialah Desa Gunung Jati, Kecamatan Pakis yang berjarak 7 kilometer dari Pangkalan Udara TNI AU Abdulrachman Saleh.

Setibanya di Kantor Desa Gunung Jati, Komandan Lanud Abdulrachman Saleh, Marsma TNI Hesly Paat bersama pejabat list A disambut Rakub yang juga sebagai Kepala Desa beserta stafnya serta puluhan warga desa.

Dalam sambutannya, Danlanud mengajak seluruh warga untuk tetap menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangan agar tidak tertular virus corona. Ia berharap bantuan yang diberikan itu dapat meringankan dan membatu warga masyarakat desa binaan.

“Mudah-mudahan bantuan sosial dari personel Lanud Abd Saleh ini dapat sedikit membantu warga desa,” ucap Danlanud.

Selanjutnya sekitar 60 goweser Lanud Abdulrachman Saleh itu menuju kantor Desa Wonorejo untuk memberikan pula paket sembako kepada warga desa dan Desa Dengkol Kecamatan Singosari.

Selanjutnya dua desa terakhir yakni Desa Sidoluhur sebagai desa binaan Lanud Abdulrachman Saleh karena terdapat kawasan olah raga paralayang, dan Desa Saptorenggo. (Lis/Red)