Kisah Inspiratif Zizi, Ingin Bantu Ortu dengan Buka Kedai Kopi

Foto: Zizi. (ist)

BACAMALANG.COM – Adanya pandemi memicu munculnya kreatiftas dan perjuangan untuk bertahan hidup.

Kisah inspiratif kali ini datang dari kiprah gadis milleneal bernama Tanzilla Daymarch Shakari alias Ziizi (18 tahun), asal Singosari.

Doi yang alumnus SMKN 12 Malang ini membuka kedai Kopi bernama BO Kopi.
Nama BO Coffe diambil dari jenis burung hantu kesayangan bundanya, Barn Owl atau disingkat BO.

Zizi mengungkapkan, membangun usaha ini untuk orang tua jadi maskotnya dari kesayangan orang tua juga.

“Pas waktu musim Corona waktu itu bulan Juni aku buat kedai kopi ini. Banyak debat terus berantem, perselisihan dengan orang tua soale kayak gak yakin dan akhirnya bagaimana caranya 1 bulan itu ngebut. Dibantu teman–teman untuk membangun. Alhamdulillah grand opening terus bulan depannya, tegas Ziizi, Selasa (3/11/2020).

Launching 11 Juli

Zizi mengungkapkan, ia melaunching kedai kopi yang berada di Jalan Kertaredjasa No 70, Candirenggo, Singosari, Kabupaten Malang, pada 11 Juli.

“Saya buka 11 Juli. Pas waktu itu belum keluar ijazah langsung buat kopian ini,” papar Zizi.

Zizi menjelaskan, sebenarnya tidak ingin membuka kedai kopi, namun langsung membuka studio musik.

“Aku sebenarnya tidak niat membuka ini. Aku pengen langsung buka studio musik. Soale bagiku kalau membuka ini, kelihatan langsung di publik, dan budget belum memungkinkan. Lalu membuka ini akhirnya menabung. Soale Aku sambil mengembalikan modal itu. Dan Aku berfikir sambil nabung pelan-pelan dan hasil dari kedai kopi ini untuk orang tua,” urai Zizi.

Hasil Full Untuk Ortu

Zizi mengaku bekerja diluar, dan hasil dari kedai kopi diberikan sepenuhnya untuk orang’ tuanya.

“Aku kerja diluar karena gak ingin mengambil hasil dari usaha ini. Kedai kopi ini buat orang tua, karena itu Aku berani mengambil karyawan karena ini uang segala macam untuk orang tua. Aku biar dapat uang dari kerjaan lain diluar saja tidak dari kedai ini,” imbuh Zizi.

Balas Budi Ortu

Zizi mengungkapkan dirinya ingin membalas Budi kepada ortu yang telah membiayai sekolah selama ini.

“Aku dulu sekolah mulai TK, SD, SMP, SMK dibiayai orang tua. Aku sudah seperti ini lalu balas budiku apa kalau Aku tidak membuatkan ini. Gak bisa aku membalas budi orang tua 100%,” tukas Zizi.

Ingin Buka Studio Musik

Terkait rencana ke depan Zizi mengungkapkan ingin membuka studio musik. “Rencana ke depan lantai 2 ada studio musik. Aku hobi dan gak pengen ke depannya biar ada pemasukan sendiri. Studio itu Aku kelola sendiri. Aku masih umur 18 harus pinter-pinter mikir ke depan, kreatif dan inovatif. Dan Aku gak mau ini dianggap cafe. Karena kata cafe menurutku terlalu high, dan ini juga masih beberapa bulan. Mungkin tahun depan ada planning meningkatkan kinerja dan melengkapi alat-alat kebutuhan kopi,” terang Ziizi.

Kopi Arabika

Zizi menuturkan, menu khas adalah kopi Arabika. “Disini menu andalan Spesialis Arabika Arjuno, soalnya dari ayah Saya sendiri. Selain kopi ada juga es blend spesial coklat dan macam-macam coklat. Menukupun gak macam-macam. Kata ayah soale biar ada ciri khasnya,,” ujar Ziizi.

Zizi menjelaskan, harga dipatok mulai dari Rp 4 ribu sampai Rp 14 ribu. “Untuk tahun depan ayahku ada racikan sendiri yang masih dirahasiakan,” jelas Ziizi.

Zizi berharap kedai kopi bisa berkembang mandiri tanpa merepotkan orang lain. “Aku berharap orang tua bisa istirahat di rumah dan hasil semua kedai kopi ini biar jadi pemasukan untuk kebutuhan sehari–harinya. Saya berharap untuk anak seusiaku harus menyiapkan masa depan dengan berfikir kreatif, smart dan inovatif. Karena hidup itu bukan hanya untuk hari ini, tapi masih ada hari esok yang menanti,” pungkas Ziizi. (far/had)