75 Dosen dan Tenaga Pendidik UB Terpapar Covid-19

Foto: Ketua Tim Monevfas UB, Prof. Dr. Unti Ludigdo, SE. MSi.Ak saat konfres secara virtual, Kamis (3/12/2020)

BACAMALANG.COM – Penyebaran Covid-19 di Malang Raya cenderung semakin tak terkendali. Bahkan di lingkungan pendidikan tinggi. Salah satunya tampak dari meningkatnya angka terpapar covid-19 dari sivitas akademika dan tenaga pendidik (tendik) Universitas Brawijaya (UB) Malang. Tercatat 75 orang terpapar, terhitung sejak bulan Juli hingga Desember 2020 seiring dengan meningkatnya kasus di lingkungan atau daerah masing-masing.

Sementara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 menegaskan bahwa izin kegiatan pembelajaran tatap muka di perguruan tinggi dan politekenik/akademi komunitas pada semester genap Tahun Akademik 2020/2021 dapat dilakukan secara campuran (hybrid learning), dalam jaringan, dan tatap muka, dengan protokol kesehatan yang ketat.

Menyikapi hal tersebut, UB mengeluarkan Instruksi Rektor No. 9644 Tahun 2020 tanggal 24 November 2020 tentang Penegakan Protokol Kesehatan dan Pencegahan Penularan Covid-19 di Lingkungan Universitas Brawijaya untuk dipatuhi seluruh sivitas akademika UB.
“Isi dari Instruksi Rektor tersebut diantaranya menegakkan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19 dalam lingkup kerjanya masing-masing., mengaktifkan kembali satuan tugas penanganan dan pencegahan Covid- 19 atau satuan tugas kampus tangguh di masing-masing unit kerja, serta mengurangi risiko terjadinya penularan Covid-19 kepada sivitas akademika dengan melarang pelaksanaan kegiatan yang akan diikuti orang lebih dari 50% dari kapasitas ruang di dalam kampus dan melarang pelaksanaan kegiatan di hotel atau tempat umum lainnya di luar kampus, ” urai
Ketua Tim Monitoring Evaluasi Fasilitasi Implementasi Kampus Tangguh (Monevfas) UB, Prof. Dr. Unti Ludigdo, SE. MSi.Ak. dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (3/12/2020).

Unti Ludigdo menambahkan, isi dari instruksi Rektor itu juga meliputi selektif dalam menyetujui kegiatan yang menghadirkan tamu dari luar UB dan memastikan berlakunya protokol kesehatan dengan semestinya apabila kegiatan itu harus dilakukan dan melaporkan kepada tim pencegahan dan penanggulangan Covid-19 UB. “Kami juga akan lebih selektif dalam memberikan tugas kepada dosen yang menjadi narasumber atau tugas lainnya pada forum yang diminta instansi atau pihak ketiga lainnya,” sambungnya.

Unti juga menegaskan agar sivitas akademika atau tendik menyampaikan keadaan diri dan/atau keluarganya apabila terkonfirmasi positif kepada tim pencegahan dan penanggulangan Covid-19 UB dan/atau satuan tugas penanganan dan pencegahan Covid-19 masing-masing unit kerja guna penanganan dan pencegahan penularan lebih lanjut pada sivitas akademika lainnya.

Unti mengungkapkan, bahwa beberapa bulan sebelum Instruksi Rektor tersebut dikeluarkan, UB telah mengeluarkan Peraturan Rektor (Pertor) Nomor 35 Tahun 2020 tanggal 24 Juni 2020 tentang Penyelenggaraan Kampus Tangguh Universitas Brawijaya dalam Masa dan Pasca-Pandemi Covid-19. “Pertor tersebut mengatur tatanan penyelenggaraan akademik, penyelenggaraan umum dan keuangan, dan penyelenggaraan kemahasiswaan yang terbagi kedalam 3 skema, yaitu skema ketat, skema pelonggaraan (masa transisi), dan skema normal baru,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Humas UB Kotok Gurito mengatakan, Beberapa tendik dan dosen UB saat ini juga sedang dalam perawatan dan isolasi mandiri. “Agar penyebaran Covid-19 dapat ditekan, UB mengajak semua sivitas akademika untuk melaksanakan gerakan 4 M yakni menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan,” terangnya.

Selanjutnya Kotok menegaskan agar dilakukan pola pencegahan dengan cara 4 T, yaitu tracing, testing, treatment, dan telling komunikasi resiko. “UB juga melakukan penyemprotan desinfektan secara rutin di ruangan-ruangan dan fasilitas kampus supaya steril dari virus,” tandasnya. Bila sivitas UB memerlukan bantuan, dapat menghubungi Satgas Fakultas masing-masing atau Satgas Monevfas UB (08113631611). (Lis/ned)