Sosialisasi Anti Korupsi, PAKU UNIRA Malang Gelar Webinar

Foto : Webinar anti korupsi PAKU UNIRA Malang. (ist)

BACAMALANG.COM – Dalam upaya menosialisasiksn gerakan anti korupsi, Pusat Kajian Anti Korupsi (PAKU) Universitas Raden Rahmat Malang (UNIRA) Malang memggelar Webinar Series ke-7, Rabu (2/12/2020).

“Webinar diadakan agar terbentuk kesadaran dan kepedulian masyarakat dan seluruh civitas akademika di lingkungan UNIRA Malang dalam kegiatan pemberantasan anti korupsi secara menyeluruh, dengan beberapa sasaran,” tegas Pemateri yang juga Sekertaris Prodi Ekonomi Syariah UNIRA Malang Ana Nurwakhidah, S. S., m. EI, Kamis (3/12/2020)

Sekilas informasi, PAKU UNIRA Malang mengadakan webinar dengan tema Cegah Korupsi Melalui Pengelolaan Keuangan (Bisnis dan Keuangan) yang diikuti 56 peserta.

Dalam kegiatan edukatif ini, dipaparkan berbagai hal semisal bagaimana peran perempuan dalam mengatur keuangan, cara memanage keuangan agar tidak terjadi korupsi, serta menguraikan tentang perempuan sebagai fasilitas utama pengelolaan uang dalam negara.

Acara sangat menarik dan bermanfaat karena dalam webinar diberi pemaparan materi tentang perspektif keuangan agar terhindar dari tindak korupsi.

Agenda webinar ini diharapkan bisa menambahkan wawasan tentang pengelolaan keuangan agar tidak terjadi tindakan korupsi dalam keuangan negara.

PAKU UNIRA Malang

Paku UNIRA Malang mempunyai misi turut serta secara aktif menjadi bagian dari gerakan moral anti korupsi.

Paku berupaya membentuk kesadaran dan kepedulian masyarakat dan seluruh civitas akademika di lingkungan UNIRA Malang dalam kegiatan pemberantasan anti korupsi secara menyeluruh, dengan beberapa sasaran.

Meliputi, terciptanya budaya anti korupsi, terwujudnya pendidikan anti korupsi yang dapat dimengerti secara mudah oleh masyarakat, dan meningkatnya peran serta Lembaga dalam kegiatan pemberantasan anti korupsi.

Paku juga berupaya menginternalisasi nilai-nilai anti korupsi di lingkungan Universitas Islam Raden Rahmat Malang.

Pendidikan Anti Korupsi Humanis

Adapun misi kedua adalah melakukan kajian dan penelitian yang terkait dengan gerakan anti korupsi dengan tujuan: terselenggaranya model pendidikan anti korupsi yang humanis dan dapat memberikan informasi dan wawasan bagi masyarakat dan pemerintah.

Yakni dengan sasaran:meningkatkan kualitas penelitian, pengabdian dan kajian anti korupsi bagi masyarakat.

Terselenggaranya sistem check and balances antara lini pendidikan, masyarakat dan juga pemerintahan dalam proses formulasi kebijakan publik.

Sasaran lain adalah merekrut, mendidik, dan membina kader-kader anti korupsi yang militan, berwawasan luas, aplikatif dan solutif bagi masyarakat, mempublikasikan hasil-hasil kajian ilmiah tentang gerakan anti korupsi, serta melakukan kampanye strategis anti korupsi dan mendampingi masyarakat dalam pendidikan dan penyuluhan anti korupsi. (had)