Ketua PC NU Kab. Malang Ajak Nahdliyin Cooling Down Atas Kasus DIY

Foto : dr. Umar Usman. (ist)

BACAMALANG.COM – Ketua PC NU Kabupaten Malang dr. Umar Usman mengajak warga NU (nahdliyin) di Kabupaten Malang cooling down menyikapi adanya pelarangan peringatan HUT NU di DIY.

Hal ini dikatakan Ketua PC NU Kabupaten Malang dr. Umar Usman kepada awak media, Rabu (4/2/2020).

“Saya memberi saran agar nahdliyin di Kabupaten Malang cooling down, agar situasi panas bisa mereda dan normal kembali,” terang dr. Umar Usman.

Seperti diketahui, penolakan kegiatan Harlah NU di wilayah Kauman menimbulkan polemik di masyarakat. Bahkan muncul ajakan Kauman_Memanggil di dunia maya dengan latar belakang gambar KOKAM.

KOKAM (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah) merupakan salah organisasi otonom Muhammadiyah di bawah naungan Pemuda Muhammadiyah.

Di sisi lain, muncul juga ajakan di dunia maya “Bergerak Bersama Satu Komando Mengawal Kyai” dengan lambang Ansor dan Banser organisasi organik di bawah naungan NU bertekad menjaga kegiatan Harlah NU ke 94 yang digelar di Masjid Gedhe Kauman pada Kamis (5/3/2020).

“Kalau di NU silahkan. Semisal milad Muhammadiyah di lingkungan NU, Pasti kita jaga keamanannya dan kita bantu sinomannya,” tutur pria yang turut maju kontestasi Pilbup Malang 2020 tersebut.

Bakal calon Bupati berjargon dokter rakyat ini mengungkapkan pihaknya enggan dan tidak akan berdemo karena hal tersebut kontra produktif dan mubasir.

“Sebaiknya Kita (nahdliyin) cooling down, agar sedikit mereda. Mari Kita tunjukkan sikap dewasa,” jelas pria alumnus FKU (Fakultas Kedokteran Umum) Universitas Airlangga Surabaya ini.

Bakal calon Bupati Malang yang juga PNS ini mengatakan, dirinya minta agar pemerintah melakukan pengawasan secara ketat terhadap kantong atau basis Muhammadiyah.

Hal ini karena diduga ada sejumlah oknum terpapar paham intoleransi. “Saya minta pemerintah lebih ketat dan intensif dalam melakukan pemantauan anggota di setiap lini yang disinyalir juga berkembang paham intoleransi,” urai Umar Usman. (had)