Minta Pemerintah Tindak Tegas Siapapun yang Melarang Ormas Berkegiatan

Foto : Ketua GP Ansor Kabupaten Malang Husnul Hakim Syadad berfoto bersama. (Ist)

BACAMALANG.COM – Ketua GP Ansor Kabupaten Malang Husnul Hakim Syadad minta pemerintah bertindak tegas terhadap semua pihak yang melakukan pelarangan ormas yang berkegiatan positif.

Hal ini dikatakan atas adanya penolakan kegiatan Harlah NU di DIY oleh KOKAM (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah) salah organisasi otonom Muhammadiyah di bawah naungan Pemuda Muhammadiyah.

“Adanya penolakan ini bisa membahayakan karena dikhawatirkan memicu kerenggangan antara NU dan Muhammadiyah,” terang Husnul Hakim Syadad.

Ia menuturkan, selama ini jika Muhammadiyah menggelar acara atau kegiatan di basis NU semisal di Jatim, maka Ansor dan Banser menghormati mereka dan membantu pengamanan sebagai contoh dalam peringatan milad Muhammadiyah di beberapa tempat.

Husnul mengungkapkan pihaknya enggan melakukan demo karena berharap timbul kesadaran sendiri karena negara Indonesia mempunyai konsep Bhinneka Tunggal Ika.

“Kami minta sekali lagi pemerintah bertindak tegas karena jika tidak maka akan timbul benturan di bawah antara massa NU dan Muhammadiyah. Saya yakin kita semua bisa berpikir dan bersikap dewasa sehingga kita tetap bersatu,” tukas Husnul.

Sementara itu, Gus Hilmy Ketua BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia) Kota Batu mengatakan, sebenarnya sejak dulu antara NU dan Muhammadiyah mempunyai relasi yang baik-baik saja.

Bahkan kedua organisasi besar ini bahu-membahu dan saling membantu dalam berbagai kegiatan baik di kota besar maupun kota kecil.

Dikatakannya, kasus ini pasti cepat tersolusikan. Hal ini karena nahdliyin bisa mendewasakan diri dan mawas diri. NU berkomitmen tetap menjaga keutuhan NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. (had)