Asah Kreatifitas Anak Didik, Gagas Pembuatan Antologi Puisi dan Cerpen di SMPN 2 Sumberpucung

Foto : Gadis Virda Ayu R. (ist)

BACAMALANG.COM – Guna mengasah bakat menulis anak didik serta sebagai sumbangsih terhadap almamater, Pembina Ekskul KIR (Karya Ilmiah Remaja) dan Jurnalistik SMPN 2 Sumberpucung Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang menggagas pembuatan buku antologi puisi dan cerpen.

“Saya rasa penting untuk mengasah bakat dan minat dari anak didik. Kami proses menyusun buku antologi puisi dan cerpen karya anak didik dari ekskul KIR,” tegas Ninik Sri Utami Pembina Ekskul KIR SMPN 2 Sumberpucung Sabtu (4/4/2020).

Ninik mengatakan, hingga saat ini sudah terkumpul sebanyak 23 cerpen karya anak didik.

“Rencana kami adalah terkumpul minimal 50 cerpen,” tukas Ninik.

Ia menambahkan, setelah terkumpul maka akan dibuat sebuah buku antologi cerpen karya siswa SMPN 2 Sumberpucung yang ber- ISBN.

“Tujuan dari pembuatan antologi ini adalah sebagai hasil karya yang akan dipersembahkan untuk sekolah dari anak-anak Jurnalis cilik SMP TGP,” papar Ninik.

Ninik menjelaskan, manfaat dari buku antologi ini adalah untuk meningkatkan kreatifitas dan keahlian di bidang penulisan pada siswa SMPN 2 Sumberpucung.

Ia menyebutkan, salah satu contoh puisi yang sudah terkumpul adalah karya Gadis Virda Ayu R dari kelas 8 F yang berjudul Nobodys Perfect.

“Harapan kami sebagai pendidik, dengan hasil karya ini akan memotivasi siswa untuk selalu berkarya dan berinovasi mengharumkan nama almamater,” pungkas Ninik.

Menurut Ninik, salah satu cerpen yang menarik adalah karya Gadis Virda Ayu R siswa kelas 8 F berjudul Nobodys Perfect.

Secara singkat cerpen tersebut mempunyai pesan moral yang mulia, agar setiap siswi (Kesya) seperti dalam kisah cerpen ini meskipun mempunyai kekurangan fisik karena kurang cantik dan bertubuh pendek, namun dia selalu berusaha menjadi diri sendiri, serta memperbaiki sikap dan perilaku.

Hingga setelah lulus SMP dan masuk SMA, dia dipertemukan dengan Kenta (mantan kapten basket di SMP dulu), yang ganteng dan gagah merasa tertarik dengan perubahan Kesya yang terlihat cantik dan sopan

Hingga akhirnya Kenta menyatakan cihtanya kepada Kesya dengan rasa tulus dan ikhlas. (had)