Soal Pekerja Tewas, Begini Tanggapan Perumda Tugu Tirta

Proses evakuasi korban kecelakaan kerja proyek pemasangan pipa di Tumpang (ist)

BACAMALANG.COM – Perumda Tugu Tirta Kota Malang angkat bicara soal kematian seorang pekerja saat proses pemasangan atau pengelasan pipa di Desa Pelungdowo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jumat (3/4/2020).

Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas menjelaskan bahwa pihaknya hanya bertugas sebagai pengawas. Hal ini mengingat proyek tersebut merupakan hibah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR, yang dikerjakan oleh pihak ketiga.

“Kami hanya mengawasi seperti apa progresnya, apakah progresnya sudah sesuai dengan yang kami harapkan,” ujar Muhlas, Sabtu (4/4/2020).

Meskipun tidak secara langsung bertanggung jawab, Muhlas menuturkan jika pihaknya akan tetap memberikan bantuan pada keluarga korban meninggal dunia.

“Sebagai bentuk empati, kami akan memberikan santunan kepada keluarga korban yang ada di Pasuruan. Kalau untuk K3 dan segala macamnya, kami tidak mempunyai kewenangan untuk menilai. Langsung saja ke pihak kontraktornya,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, proyek pengerjaan pemasangan atau pengelasan pipa Perumda Tugu Tirta Kota Malang di Desa Pulungdowo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, memakan korban.

Seorang pekerja bernama Trijati Mulyono (40) warga Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan harus meregang nyawa dalam peristiwa tersebut. Trijati juga tercatat sebagai karyawan di PT Wijaya Karya atau WIKA. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB, Jumat (3/4/2020). (mid/yog)