Kasus Dugaan Penyimpangan Heritage Kayutangan Masuk Babak Baru, Kejaksaan Periksa Kadis PU

Foto : Kajari Kota Malang Andi Darmawangsa (kiri) didampingi Kasi Pidsus Ujang Supriyadi. (ist)

BACAMALANG.COM – Kasus dugaan penyimpangan proyek Heritage Kayutangan memasuki babak baru, Kejaksaan memeriksa Kepala Dinas PU Kota Malang dan Pelaksana Proyek, Senin (4/5/2020).

“Hari ini, kami meminta keterangan ke Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU). Dalam proyek Heritage Kayutangan ini, ia sebagai Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Kali ini, dia sebagai PPK,” terang Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang, Andi Dharmawangsa.

Sekilas informasi, Kejaksaan Negeri Kota Malang memeriksa pihak-pihak yang diduga terkait dengan proyek koridor Heritage Kayutangan, Jl. Basuki Rahmat, Kecamatan Klojen, Kota Malang, di kantor Kejaksaan.

Dua pihak yang diperiksa meliputi kontraktor CV. Banggapupah, Ramdani selaku Direkturnya dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Hadi Santoso.

Ia menambahkan, untuk PPK ditanyakan terkait adendum, pelaksanaan, pelaksanaan pekerjaan dan lainya. Sementara, untuk pelaksana ditanyakan tentang pelaksanaan pekerjaan dan lainya. Andi mengaku, kali ini masih pemeriksaan awal.

“Setelah ini, pasti kami lakukan pemanggilan lagi.
Dari dua orang hari ini, akan dievakuuasi siapa lagi yang akan diperiksa berikutnya. Termasuk yang hari ini sudah, mungkin saja dipanggil lagi,” lanjut Andi.

Pada bagian lain, Kepala Seksi Pidana Khusus, Kejaksaaan Negeri Kota Malang, Ujang Supriyadi menjelaskan, jika dalam minggu ini, pihaknya akan melakukan pemanggilan lagi.

“Rencananya, hari Kamis ya, untuk pemanggilan lagi,” katanya.

Namun Ujang tidak menyebut, pihak mana yang akan dipanggil.

Pada kesempatan yang sama,
Ramdani selaku Direktur dari CV Banggapupah yang menjadi pelaksana dalam proyek tersebut mengaku, pihaknya menyerahkan material untuk pengujian.

“Tadi saya menyampaikan seperti yang menjadi pengaduan. Biar diuji. Soalnya kami sudah menguji, dan sudah diajukan ke Dinas. Bahkan hasilnya diatas standart dari Dinas,” terangnya.

Ia menjelaskan, proyek yang dikerjakan sudah selesai bulan Desember menggunakan anggaran sekitar Rp.1,6 M.

“Lama pekerjaan 2 bulan. Selesai bulan Desember. Kami mengerjakan pemasangan batu andesit serta ampyangan,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas PU, Hadi Santoso enggan membelikan komentar ketika dimintai tanggapan.

“Silahkan ke Kasi Pidsus saja, sudah saya sampaikan,” pungkas Hadi. (yog/had).