Kisah Sang Juara Tinju dan Istri Berbisnis Pisang Champion

Foto: Produk Pisang Champion Hero Tito. (ist)

BACAMALANG.COM – Masih seputar pandemi yang tak hanya menjadi momen titik balik atau kebangkitan, namun adanya pandemi juga menjadi trigger melonjaknya rasa kepedulian terhadap sesama yang hidupnya diliput nestapa.

“Alhamdulillah. Mulanya saya dan istri hanya iseng saja membuat Pisang Champions ini. Kebetulan saat itu diberlakukan lockdown atau PSBB akibat Corona,” tegas Hero Tito, yang dikenal sebagai juara tinju WPBF (World Professional Boxing Federation) ini.

Pisang Champion

Hero menuturkan, bersama istrinya (Didin Nurul Wijayanti) dirinya membuat kuliner pisang champion tepatnya pada tanggal 16 Maret 2020 pas baru-baru diberlakukan lockdown (PSBB).

“Waktu itu saya sekitar 5 minggu dirumahkan dari perusahaan tempat saya kerja. Dari tanggal 15 Maret masa cuti sampai 22 April karena seluruh Indonesia bahkan dunia lockdown. Dan saya masih menunggu panggilan dari perusahaan untuk kembali bekerja di Papua, dan dari situlah keisengan saya dan istri membuat pisang goreng crispy dan bakar dan Kita kasih nama”Pisang Champion,” tandas Hero Tito.

Hero mengungkapkan, awalnya dirinya melayani COD bayar di tempat dan gratis ongkir. “Karena sekalian promosi dan dengan seiring berjalannya waktu istri saya mendaftarkan di gofood,” jelas Hero Tito.

Hero menjelaskan, alasan mengambil nama tersebut karena ownernya (dirinya sendiri) mantan juara tinju dunia WPBF International kelas ringan 61,2 kg.

“Biar juga nama saya masih diingat warga Malang Raya khusunya penggemar dunia tinju,” papar ayah Tasya Adinca Az Zahra dan Tito Al Gazali ini.

Modal Kecil

Hero menguraikan modal yang dipakai adalah dari hasil kerja di PT Pangansari Utama penggarap project-project di SKK migas Papua Barat. “Modal pertama hanya membutuhkan Rp 1 juta saja,” ujar Hero.

Hero mengungkapkan, istrinya membuat sendiri Pisang Champion dan kalau ramai orderan dibantu oleh adik iparnya.

Hero menjelaskan, pemasaran sudah merata Malang Raya. “Mohon doanya mudah-mudahan cepat berkembang dan nantinya semoga bisa jadi menu di coffe shop saya,” terang Hero.

Hero menandaskan, dirinya menggunakan Grab Food untuk melayani orderan.

“Pemasaran online lebih cepat dan lebih banyak peminat yang order. Untuk hal ini saya bersyukur dibantu adik istri saya,” imbuh Hero Tito.

Shadaqah Beras

Hero Tito mengungkapkan, hasil jualan pisang sebagian dikumpulkan untuk membeli beras yang dibagikan untuk janda tua yang kurang mampu dan membutuhkan rutin tiap bulan sekali.

“Alhamdulillah bisa rutin. Sementara masih dibagikan ke 10 orang masing-masing beratnya 2,5 kg ditambah mie instan,” papar Hero Tito.

Hero Tito mengungkapkan, kelebihan pisang champion adalah rasanya yang lezat dan harganya murah cuma Rp 12 ribu sampai Rp16 ribu.

Terkait sistem pembayaran bisa dengan sistem COD (pembayaran setelah barang datang) karena sudah memiliki kurir sendiri.

Hero menguraikan gambaran prospek bisnis kuliner sangat menjanjikan di Malang Raya.

Hero Tito mengatakan, dirinya merasa senang jika nantinya bisa membuka warung. “Planing saya ke depan seperti itu. Akan membuka tempat kuliner dan mempekerjakan teman-teman yang belum mempunyai pekerjaan dan tentunya itu nanti sangat membantu perekonomian mereka. Mohon doanya bisa berjalan lancar,” pinta Hero Tito. (had).