Usai SANDI, Giliran LADUB Daftar ke KPU

Pasangan LADUB saat tiba di KPU Kabupaten Malang (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib dan Didik Budi Muljono alias LADUB menjadi pasangan kedua yang mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Malang.

LADUB tiba di KPU sekitar pukul 15.38 WIB, Jumat (4/9/2020). Kedatangan LADUB diiringi alunan grup rebana serta barisan partai koalisi.

Pasangan LADUB datang ke KPU hanya berselang satu setengah jam setelah pasangan HM Sanusi dan Didik Gatot Subroto atau SANDI. Pasangan LADUB datang ketika SANDI baru saja menuntaskan proses pendaftaran.

Massa dari kedua pasangan sempat bertemu dalam kesempatan itu. Hanya berlangsung beberapa menit, massa dari SANDI kemudian meninggalkan lokasi pendaftaran. Sedangkan pasangan LADUB masuk ke kantor KPU.

Dalam kesempatan ini, Lathifah Shohib menuturkan, ada visi dan misi besar dibawa LADUB yang tertuang dalam Malang Bangkit demi memajukan Kabupaten Malang kedepan. LADUB ingin mempercepat pembangunan infrastruktur yang adil dan merata, membangkitkan peran perempuan dan pemuda, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, mewujudkan pelayanan publik yang responsif, serta mewujudkan masyarakat sejahtera lahir dan batin.

“Insyaallah apa yang menjadi visi dan misi kita ini selaras dengan visi dan misi sesuai dengan RPJMD Provinsi Jawa Timur dan menyambung dengan RPJM Nasional sebagaimana telah dicanangkan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Kiai Ma’ruf Amin,” kata Lathifah.

Sementara Didik Budi Muljono bilang, LADUB merupakan representasi pasangan nasionalis dan religius yang sebenarnya. Didik pun memiliki optimisme tinggi untuk merebut hati masyarakat Kabupaten Malang.

“Bu Nyai dan saya adalah pasangan yang merepresentasikan religius dan nasionalis. Bu Nyai, kita tahu sudah malang melintang di dunia pendidikan, juga politisi yang sudah bertahun tahun menjabat sebagai anggota DPR RI dan punya jaringan nasional. Sedangkan saya sendiri sudah lama mengabdi di birokrasi di Kabupaten Malang sehingga sudah paham tata kelola pemerintahan daerah,” ungkap mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Malang. (mid/yog)