Sampaikan 5 Tuntutan, Forum Takmir Masjid Minta Pemerintah Tindak Tegas Pengacau Negara

Foto: FSTM KLB desak pemerintah bubarkan pengacau negara. (ist)

BACAMALANG.COM – Dinilai mengacaukan kehidupan publik dan tidak mengindahkan bangsa Indonesia hancur, Pengurus Masjid yang tergabung dalam Forum Silaturrahim Takmir Masjid Kementerian/Lembaga dan BUMN (FSTM KLB ) mendesak pemerintah untuk menindak tegas para pengacau negara berkedok agama.

“Sebagai tanggung jawab negara yang sah, seharusnya pemerintah berani melakukan apa saja setegas-tegasnya dan seadil-adilnya terhadap tindakan-tindakan onar mereka,” ujar Sekjen FSTM KLB, Fauzan Amin, pada acara rapat kordinasi internal dan tausyiah kebangsaan, di Jakarta, 04/12/20.

Ia mengatakan, narasi-narasi kebencian yang terus dihamburkan mereka, dapat menyemburkan fitnah yang berpotensi menghancurkan kohesi sosial bahkan negara.

“Narasi-narasi kebencian yang terus dihamburkan mereka, dapat menyemburkan fitnah yang berpotensi menghancurkan kohesi sosial bahkan negara. Maka dari itu, tidak ada jalan lain, negara harus menindak tegas dan meringkus mereka,” tambahnya.

Mencermati dinamika sosial-politik dan keagamaan mutakhir, yang ditandai dengan menguatnya politik identitas yang dibumbui dengan narasi keagamaan, maka, para pengurus Forum Takmir Masjid yang tergabung di bawah naungan FSTM-KLB menyerukan pesan moral sebagai berikut:

  1. Mendukung sepenuhnya pemerintahan Jokowi-Makruf Amin selaku presiden dan wakil Republik Indonesia untuk menyelesaikan semua agenda dan program kerja strategisnya hingga akhir periode kepemimpinan.
  2. Menolak segala bentuk upaya yang dilakukan kelompok tertentu yang mengarah pada perongrongan wibawa pemerintah.
  3. Menolak semua kegiatan yang bersifat adu domba dan yang meresahkan masyarakat
  4. Meminta kepada pemerintah untuk bertindak tegas terhadap siapapun yang hendak mengganti ideologi negara dengan ideologi lain
  5. Meminta kepada masyarakat, khususnya umat Islam untuk tidak terprovokasi oleh tokoh yang mengatasnamakan agama untuk kepentingan politik, seperti yang dilakukan Muhammad Rizieq Shibab dan yang lainnya. (*/had)