Gonjang-ganjing Santunan 15 Juta Bagi yang Meninggal Akibat Covid-19

Foto: Ketua Bidang Humas Ikatan Advokat Indonesia Cabang Malang, Suwito (tengah) bersama para koleganya. (ist)

BACAMALANG.COM – Kejelasan santunan kepada warga yang meninggal dunia akibat Covid-19, mulai dipertanyakan ahli waris. Pasalnya, besaran dana yang diberikan sebanyak Rp 15 juta per jiwa itu merupakan kebijakan Kementerian Sosial sebagai bentuk perhatian dan belasungkawa dari negara.

“Banyaknya pengaduan dan konsultasi ke kantor kami, maka dalam waktu dekati akan berkirim surat resmi kepada Dinas Sosial Pemerintah Kota Batu terkait kebenaran informasi masyarakat tentang beredarnya selebaran Surat Edaran Nomor 427/3.2/BS.01.02/06/2020 Tentang Penanganan Perlindungan Sosial Bagi Korban Meninggal Dunia Akibat Virus Corona (Covid -19),” ungkap Suwito, SH di Pengadilan Negeri Malang, Selasa (5/1/2021).

Surat Edaran itu, kata Ketua Bidang Humas Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Cabang Malang ini, dikeluarkan oleh Kemensos RI Dirjen Perlindungan dan Janiman Sosial, Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial yang beralamat di Jalan Salemba no. 28 Jakarta Pusat yang di tandatangani oleh Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Adi Wahyono tertanggal 18 Juni 2020.

Foto: SE Kemensos. (ist)

“Dalam SE yang kami ketahui dan tersebar di group-group media sosial ini, berpotensi meresahkan masyarakat, dimana masyarakat sebagai ahli waris yang anggota keluargaya menjadi korban covid-19 mempertanyakan dana sebesar lima belas juta rupiah yang tidak pernah diterimanya,” terang Alumnus Sekolah Jurnalistik Indonesia 2012 ini.

Dengan demikian, Advokat yang juga Sekretaris Badan Bantuan Hukum Advokasi Rakyat DPC PDIP Kota Batu ini, akan secepatnya bersurat kepada Dinas Sosial Kota Batu untuk klarifikasi kebenaran SE itu. “Mengingat sudah datang beberapa orang ke kantor kami dalam rangka konsultasi hukum, terkait belum diterimanya santunan sebagai ahli waris yang meninggal dunia karena dinyatakan positif covid-19,” pungkasnya.

Hingga berita ini dimuat, redaksi sudah berupaya menggali informasi dari Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Batu, Ririck Masruri namun belum mendapatkan respon. (yog/red)