Sanusi Dikawal Banser saat ke ‘Kandang Banteng’, Tokoh NU Ini Geram

Instruktur Nasional Banser Kabupaten Malang, H Mujib Idris (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Pengawalan yang dilakukan Barisan Ansor Serbaguna alias Banser ketika HM Sanusi menyambangi sekretariat DPC PDI Perjuangan, Rabu (4/3/2020) ternyata berbuntut panjang.

Hal itupun mematik reaksi dari tokoh senior Nahdhatul Ulama dan Banser Kabupaten Malang.

Instruktur Nasional Banser Kabupaten Malang, H Mujib Idris, mengaku geram dengan sejumlah Banser yang mengawal Sanusi. Mujib pun tidak membenarkan apa yang dilakukan sejumlah Banser tersebut. Mujib enggan ada Banser yang memihak salah satu calon dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020 nanti.

“Ini tidak bisa dibenarkan. Kami sangat kecewa apabila lembaga Ansor dan Banser dibawa ke ranah politik secara tak beradab,” kata Mujib, Kamis (5/3/2020).

HM Sanusi (baju batik) saat berada di sekretariat DPC PDIP dan dikawal oleh Banser (Dhimas)

Mujib pun berpandangan, jika ada yang ingin mendukung salah seorang calon dalam Pilkada nanti, atribut Banser harus dilepaskan.

“Jangan memakai platform Banser apabila hanya untuk memenuhi sahwat politiknya. Kalau memang ingin membantu secara pribadi, silahkan melepas platform Banser dan Ansor,” tegasnya.

Lebih jauh, Mujib menerangkan, jika ada anggota Banser yang tidak memakai seragam sesuai tugas pokok dan fungsinya, maka siap-siap saja dijatuhi saksi.

“Silahkan berpolitik secara pribadi, tapi jangan bawa-bawa nama NU, Banser, Ansor. Jangan membawa uniform Banser. Tolong ini dijaga. Silahkan keluar, kami akan lapor masalah ini dan bisa kita cabut keanggotaannya,” tukasnya. (mid/yog)