Sisihkan Uang Jajan, Siswa SMA Lab UM Bagikan Face Shield Mask kepada Tenaga Medis Covid-19

Foto : Pembagian Face Shield Mask Kepada Tenaga Medis Covid-19. (ist)

BACAMALANG.COM – Terpanggil untuk membantu tenaga medis berjibaku melawan Covid–19, siswa SMU Laboratorium Universitas Malang bersama William Kurniawan dari ITN, Maria Cindy dari PIM, dan Adriel Matthew Wicaksono dari SMPK Frateran Celaket 21 membagikan Face Shield Mask gratis.

“Kami menyisihkan uang saku dan tabungan kami untuk membuat Face Shield Mask di rumah bersama William Kurniawan dari ITN, Maria Cindy dari PIM, dan Adriel Matthew Wicaksono dari SMPK Frateran Celaket 21,” tandas Aldo, Minggu (5/4/2020).

Aldo menuturkan, Face Shield Mask dalam keadaan sekarang sangat dibutuhkan.

Keadaan dan kondisi saat ini membuat pihaknya tersentuh dan ingin ikut menyumbangkan kemampuan yang dimiliki walau hanya untuk hal yang kecil sekalipun.

Aldo ingin ikut peduli untuk tenaga medis yang sekarang berjuang untuk penanganan wabah COVID-19.

Walaupun dirinya harus tinggal di rumah, tetapi dia ingin melakukan dan membuat sesuatu yang bermanfaat.

Ia mencoba mencari beberapa alternatif dan memperoleh informasi, masih banyak yang belum memberikan sumbangan atau membuat Face Shield Mask.

Sedangkan dari informasi yang didapatkan bahwa tenaga medis yang berkontak dengan orang-orang lebih membutuhkan Face Shield Mask dibandingkan masker yang hanya dapat menutupi mulut dan bagian mata tidak terlindungi.

Dengan menggunakan Face Shield Mask, kemungkinan droplet yang memasuki mata ataupun mulut berkurang.

Dengan begitu, ia membuat Face Shield Mask ini di rumah bersama temannya.

“Kami memilih membuat Face Shield Mask dibandingkan masker karena masker hanya menutup bagian mulut sedangkan Face Shield Mask melindungi wajah. Penyebaran COVID-19 lewat droplet atau cairan yang dikeluarkan oleh manusia seperti batuk, bersin, bahkan saat berbicara secara tidak sengaja mengeluarkan droplet yang ukurannya tidak kasat mata. Dengan begitu jika hanya mengenakan masker, maka kemungkinan droplet terkena bagian atas wajah yang tidak dilindungi masker akan terkena dan akan berpotensi terkena COVID-19,” terang Aldo.

Disisi lain, saat mengenakan Face Shield Mask, tidak hanya melindungi droplet dari luar, tetapi juga dapat mengurangi bahkan menghentikan penyebaran dari kita sendiri dikarenakan walau batuk, bersin, dan berbicara, droplet tidak akan dapat menembus Face Shield Mask.

Saat ini, pihaknya telah membuat 400 Face Shield Mask dan telah membagikannya ke beberapa rumah sakit yaitu Rumah Sakit Lavalete, Saiful Anwar, Panti Nirmala, dan Panti Waluya Sawahan, serta ke beberapa puskesmas yaitu Puskesmas Arjuno, Gribig, dan Dinoyo.

Pihaknya berencena meneruskan pembagian Face Shield Mask dan akan meminta support dari keluarga, teman, dan orang-orang sekitar.

Ia juga diberikan kesempatan diundang dalam acara Idjen Talk yang diselenggarakan oleh City Guide 911 FM sebagai relawan pembuat APD pada hari Jumat, 3 April 2020.

Pada event tersebut juga dihadiri Diki Taufik Sidiq dari Branch Manager Aksi Cepat Tanggap Malang dan Yana S. Hijri dari Sekretaris Pusat
Studi Kewilayahan dan Penanggulangan Bencana UMM.

Dalam talkshow pihaknya berdiskusi makna gotong royong masyarakat ditengah pandemi Corona.

Dalam acara tersebut, pihaknya bersepakat bahwa masyarakat semestinya saling mendukung dan bekerja sama untuk melewati pandemi corona ini.

Budaya gotong royong menjadi penting dan telah melekat dalam budaya bangsa Indonesia.

“Kita sekeluarga berharap untuk orang-orang yang berhadapan langsung melawan Corona tetap semangat. Mari kita bersama-sama mendukung imbauan pemerintah dan jika memungkinkan untuk berpartisipasi dalam aksi peduli melawan COVID-19. Kami berharap dengan ini, dapat mendorong warga Indonesia untuk ikut peduli dalam pandemi Corona,” pungkas Aldo. (had)