Bank Indonesia Kuatkan Digitalisasi Ekonomi lewat FEKDI 2021

Foto: Pembukaan Festival Keuangan Ekonomi Digital Indonesia (FEKDI) 2021 secara luring dan daring di Tugu Hotel Malang, Senin (5/4/2021). (ned)

BACAMALANG.COM – Festival Keuangan Ekonomi Digital Indonesia (FEKDI) 2021 dibuka secara resmi, Senin (5/4/2021). Acara ini diselenggarakan kantor pusat Bank Indonesia dan dibuka secara virtual dan diikuti serentak di 46 Bank Indonesia Kantor Perwakilan (BI KPw).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang, Azka Subhan mengatakan, FEKDI ini merupakan kegiatan fungsi dari Bank Indonesia mengenai pembayaran non tunai. “Melalui FEKDI ini, Bank Indonesia ingin mendorong seluruh stakeholder maupun seluruh masyarakat untuk semakin menyoalisasikan pentingnya kegiatan melalui ekonomi digital, khususnya transaksi pembayaran didigitalkan, baik itu di lingkungan pemerintahan maupun juga masyarakat,” urai Azka di sela acara di Hotel Tugu Malang, Senin (5/4/2021).

Namun Azka mengakui bahwa penggunaan transaksi digital bum begitu tinggi, meski sudah dikampanyekan cukup lama. “Uniknya, digitalisasi ini angkanya meningkat, tapi pembayaran tunai ternyata tetap tinggi,” ujarnya.

Azka memberi contoh, salah satunya di pasar Oro-Oro Dowo Kota Malang, dimana tiap pedagang sudah punya Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS untuk pembayaran non tunai. “Tapi sekitar 90 persen transaksinya masih tunai,” tegasnya.

Tempat lain yang sudah menggunakan QRIS adalah untuk kotak amal di Masjd Jamik Kota Malang.
“Ternyata penggunaan QRIS masih di bawah 10 persen,” ungkap pria yang ramah senyum ini.
Azka juga mengaku bahwa hal ini terkait masih sulitnya mengubah mindset di masyarakat.
“Padahal digitalisasi dapat membuka lebar pintu peluang inklusi ekonomi dan keuangan bagi seluruh masyarakat, termasuk segmen masyarakat yang tidak terafiliasi dengan dunia perbankan, serta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia,” tutupnya.

Sementara Walikota Malang Drs H Sutiaji mengatakan mengubah mindset di masyarakat tidak bisa dilakukan secara revolusioner. “Harus bertahap namun tetap harus dikuatkan,” tuturnya.

Sutiaji menambahkan, digitalisasi ini sebenarnya merupakan paksaan dari Tuhan lewat pandemi covid, yang harus disikapi dengan pikiran terbuka. “Sesungguhnya mau tidak mau kita sudah masuk era digitalisasi, karena igitalisasi tidak hanya dimiliki negara maju tapi semua negara saat ini juga tengah melakukan,” ujarnya.

Sutiaji menjelaskan, bahwa di lingkungan Pemerintahan Kota Malang, sudah diterapkan digitalisasi, seperti Bapenda maupun di Dinas Perhubungan dengan adanya E Parking maupun E-Tilang. “Sehingga tidak ada wilayah yang abu-abu,” tegasnya.

Sutiaji berharap FEKDI ini akan meningkatkan dan menguatkan digitalisasi di kalangan Pemerintahan maupun masyarakat. FEKDI akan digelar hingga 8 April mendatang. Pembukaan FEKDI secara virtual menampilkan beberapa pimpinan lembaga sebagai nara sumber, seperti Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, serta Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate.(ned).