Puluhan “Pesawat” Landing di Rumdin Walikota, Kirim Pesan Begini

Foto: Suasana rumah dinas Wali Kota Malang. (ist)

BACAMALANG.COM – Suasana di sekitar rumah dinas Wali Kota Malang di Jalan Ijen Nomor 2, Kota Malang mendadak gempar, Senin (5/4/2021) sore.

Hal ini tak lain akibat adanya puluhan “pesawat” yang landing di Rumah Dinas Walikota. Namun yang dimaksud pesawat disini bukan pesawat sungguhan, melainkan hanya lipatan kertas berbentuk pesawat layaknya mainan anak-anak.

Menariknya, di pesawat kertas tersebut terdapat sebuah pesan yang bertuliskan “Selamatkan Yayasan Arema”. Oknum juga menyalakan flare berwarna merah. Namun, sampai saat ini, masih belum jelas siapa oknum yang melemparkan pesan tersebut.

“Sekitar pukul 17.00 WIB tadi sekitar ada 10 orang awalnya menyalakan flare di depan rumah dan langsung melempar kertas. Tapi ini bukan teror, ini hanya menyampaikan aspirasi,” ujar
Kapolsek Klojen, Kompol Nadzir Syah, Senin (5/4/2021).

Nadzir mengungkapkan, aspirasi tersebut saat dilihat dari kertas yang dilemparkan oleh oknum, yakni terkait yayasan Arema yang hingga saat ini masih menjadi perbincangan hangat soal dualismenya.

Akan tetapi, Nadzir sendiri belum bisa memastikan bahwa pelaku tersebut adalah komunitas supporter dan saat ini masih dalam proses penyelidikan. “Tentang selamatkan yayasan Arema, itu aspirasi yang disampaikan di kertas tersebut,” ungkapnya.

Dengan adanya pelemparan kertas dan penyalaan flare, dikatakan Nadzir sendiri tidak sampai menyebabkan kerusakan di rumah dinas Wali Kota Malang. “Tidak ada kerusakan, flarenya juga dinyalakan diluar rumah tidak dilempar ke dalam. Yang di lempar kedalam hanya kertas saja dan habis itu langsung bubar,” katanya.

Dengan adanya kejadian tersebut, lanjut Nadzir, dirinya menyarankan agar pemilik rumah, yakni Wali Kota Malang, Sutiaji untuk bisa membuat laporan atas kejadian tersebut.

Sementara itu Kepala Satpol PP Kota Malang, Priyadi menyebutkan, dengan adanya kejadian tersebut yang dimana memang pihak Satpol PP yang menjaga rumah dinas Wali Kota Malang, dirinya akan menggerakkan lagi satu regu untuk berjaga di rumah tersebut.

“Paska kejadian ini kami tambah satu regu untuk menjaga Mas. Kemarin itu empat personel yang berjaga, sekarang kita tambah 10 anggota lagi,” pungkasnya. (*/had)