Penggugat PDAM Kota Malang Disebut Tidak Punya Legal Standing

Foto: Kuasa Hukum PDAM Kota Malang. (ist)

BACAMALANG.COM – Pengadilan Negeri Malang kembali menggelar sidang gugatan pelanggan terhadap Perumda Tugu Tirta/PDAM Kota Malang, Selasa (5/5/2020). Agenda Sidang kali ini dengan agenda penyerahan bukti ke majelis hakim.

“Ada 9 bukti yang kami ajukan. Satu di antaranya, penggugat bukan yang ada di data atas nama pelanggan PDAM Kota Malang,” terang kuasa hukum tergugat, Teguh Priyanto Hadi dan Mikael, usai sidang di PN Malang.

Seperti diketahui, penggugatnya adalah Ali Amron dan Abdul Malik, warga Perum Bulan Terang Utama (BTU), Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Hal ini berbeda dengan nama yang tertera sebagai pelanggan di PDAM.

“Sehingga kedua penggugat secara formil tidak mempunyai legal standing dan tidak punya kapasitas melakukan gugatan,” tuturnya.

Selain itu, beberapa bukti lain di antaranya adalah upaya PDAM memberikan pelayanan lain selama gangguan. Itu sebagai kompensasi pelayanan baik berupa mobil tangki, rekayasa jaringan, atau tandon air.

“Sebenarnya, sebelum permasalahan ini  disidangkan, air di BTU sudah mengalir. Kami memberikan bukti juga, skematik air bahwa tanggal 23 Januari 2020 sudah normal,” lanjutnya.

Selain itu, tergugat juga menyertakan data informasi untuk pengaduan. Saat itu sekitar 200 warga yang mengadu sudah direspon secara cepat.

Sementara itu, Rendy Arfianto selaku kuasa hukum penggugat menyebut jika kliennya adalah pelanggan PDAM. “Buktinya, sudah membayar kewajiban pembayaran rekening,” pungkasnya.

Rendi juga tidak menampik jika kliennya adalah penyewa rumah yang terkena imbas gangguan air itu. “Untuk tagihan air kan dibebabkan ke penyewa atau klien saya itu,” jelasnya. (yog)