Broadcastalk Vol.7, UB Radio Suguhkan Wawasan Industri Radio Nasional

ist

BACAMALANG.COM – Menjadi seorang broadcaster ialah pilihan yang menarik, karena tidak hanya untuk mengembangkan potensi public speaking, namun broadcaster harus memiliki karakter, personality, dan profesionalitas.

Menjadi seorang broadcaster tidak cukup hanya berani berbicara saja, tetapi juga dibutuhkan keahlian khusus agar mampu menyuguhkan informasi menarik bagi para pendengarnya .

Sebagai radio yang lahir dari rahim Universitas Brawijaya, UB Radio mengemban tugas sebagai media edukasi yang rutin menyelenggarakan workshop daring mingguan Broadcastalk. Dalam Broadcastalk edisi minggu ini sudah memasuki volume ketujuh, dan akan mengangkat tema “How To Be Good A Radio Broadcaster”.

Pada kegiatan itu, UB Radio akan menghadirkan Ilham Ramdana yang juga sebagai penyiar radio Prambors Jakarta. Kehadiran Ilham Ramdana untuk memberi wawasan seputar standar broadcaster professional dalam industri radio nasional. Broadcastalk vol.7 sendiri akan digelar pada Minggu 5 Juli 2020 pukul mulai 15.00 hingga 17.00 WIB, dan dipandu langsung oleh Luluk Novita salah satu penyiar pagi UB Radio di program Good Morning.

Rencananya event daring Broadcastalk Vol 7 ini diikuti oleh kalangan pelajar, mahasiswa dan umum. Hadir juga partisipan dari ajang Radio Broadcaster Competition (DIRECT) yang telah suskes digelar 26 Juni 2020 lalu.

Bagi partisipan yang ingin mengikuti Broadcastlak vol.7 cukup membayar biaya pendaftaran sebesar 20 ribu rupiah dan mengisi E-form di bit.ly/BroadcastalkWithIlham.

Tak hanya itu, partisipan akan mendapat fasilitas berupa E-Certificate dan berkesempatan mendapatkan hadiah menarik saat terpilih sebagai penanya terbaik maupun saat berhasil menyelesaikan tantangan dari narasumber.

Dengan tingginya atensi dari para peserta Broadcastalk ini menjadi semangat UB Radio untuk menyelenggarakan Broadcastalk secara off air atau tatap muka langsung, saat masa pandemi Covid-19 mereda. Tentunya kegiatan itu dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku. (Lis/Red)