Digitalisasi Bisnis dan Industri Kreatif di Era Baru, Upaya Bangkitkan Ekonomi

Foto: Upaya Bangkitkan Ekonomi. (ist)

BACAMALANG.COM – Pendapatan dari sektor bisnis Kota Malang mengalami penurunan sebesar 20,78 persen hingga pertengahan tahun 2020. Hal ini berdasarkan data Pendapatan Asli Daerah (PAD) lantaran banyak yang terdampak Covid-19. Bahkan tidak sedikit bisnis dan industri kreatif yang berhenti beroperasi. Angka penurunan tidak hanya terjadi di Kota Malang, namun hampir seluruh kota di Indonesia. Sehingga, pemerintah Indonesia semakin giat melakukan kampanye berkaitan dengan UMKM go – online.

Pada bulan Maret 2020, menurut data dari Nielsen menyebutkan 30 persen konsumen lebih sering melakukan pembelian daring, sedangkan 50 persen memilih layanan pesan antar dalam keseharian mereka di masa pandemi. Untuk menunjang UMKM go – online, UMKM harus mandiri dan adaptif dalam transisi konvensional ke online.

Dalam misi membantu UMKM untuk mengaktivas brand dan mengoptimalkan bisnis melalui platform digital serta media sosial, Ngalup.Co menyelenggarakan acara bertajuk “Digitalisasi Bisnis dan Industri Kreatif di Era Baru”.

Acara ini dilaksanakan pada hari Sabtu (5/9) dengan menghadirkan 30 peserta dari pelaku bisnis dan industri kreatif di Malang dengan mengikuti anjuran pemerintah Indonesia untuk selalu menjalankan protokol kesehatan Covid-19. Pada pelaksanannya, Ngalup.co mewajibkan seluruh panitia, peserta, pemateri, dan media yang meliput menggunakan masker selama acara.

Seluruhnya telah menuliskan biodata pada buku tamu dan telah melewati pengecekkan suhu sebelum memasuki ruangan. Rangkaian acara meliputi panel diskusi, sesi konsultasi, serta praktik foto produk.

Pada sesi panel diskusi, Ngalup.co menghadirkan narasumber dari salah satu marketplace ternama di Indonesia sebagai tempat untuk mengembangkan bisnis bersama secara digital. Kemudian dihadirkan pula salah satu perusahan jasa korporasi hukum ternama di Indonesia yang membahas pentingnya mendaftarkan merek usaha agar pelaku UMKM dapat mengembangkan produk secara aman. Ngalup.co juga menjelaskan mengenai berbagai layanan untuk membantu pelaku UMKM mengembangkan produk secara digital.

Acara dimulai dari sesi panel diskusi yang dimoderatori oleh Caesario Prima selaku Marketing Communication Ngalup.Co, bersama dengan Furqan Ramdhan yang juga sebagai Category Development Specialist – Tokopedia, mengenai pentingnya pelaku bisnis dalam memanfaatkan marketplace untuk meningkatkan penjualan online dan mengembangkan bisnis hingga ke seluruh Indonesia melalui platform digital.

Kemudian, acara dilanjutkan dengan diskusi bersama Anggi Caecariatna, Konsultan Hukum – Smartlegal mengenai seberapa penting mendaftarkan merek bagi pelaku bisnis agar mendapatkan perlindungan hukum, hak atas merek, dan penjelasan merek sebagai tanda pembeda.

“Semakin banyak UMKM di Indonesia, semakin besar pula kemungkinan memiliki merek yang sama. Anggapan bahwa perlindungan merek tidak berdampak secara signifikan, membutuhkan biaya besar dan proses yang panjang membuat pelaku UMKM kurang peduli untuk mendaftarkan merek dagangnya. Padahal, hal ini akan merugikan pelaku usaha UMKM. Sehingga, proses mendaftarkan merek merupakan sebuah langkah awal yang sangat penting dilakukan”, terang Anggi.

Setelah sesi panel diskusi, dalam acara ini disediakan aesthetic photo corner bagi para peserta yang ingin mengambil foto produknya masing – masing. Dalam sesi foto produk ini, para peserta juga mendapatkan ilmu mengenai bagaimana cara mengambil foto produk agar bagus dan menarik. Semakin bagus foto yang dihasilkan, maka akan membuat orang lebih tertarik dengan produk yang ditawarkan. Selain itu, hasil foto yang profesional akan membuat orang lebih yakin untuk membeli produk.

Selain mendapatkan insight dari sesi panel diskusi yang membahas marketplace sebagai platform penunjang go-online dan pentingnya mendaftarkan merek agar terhindar dari permasalahan hukum, peserta juga mendapatkan free konsultasi merek, konsultasi mengenai marketplace, dan mendapatkan voucher 500K untuk pendaftaran merek, serta free pembuatan video iklan dan foto produk.

Acara ini memberikan kesempatan untuk saling terkoneksi antar pelaku bisnis di Kota Malang, sehingga bisnis dan industri kreatif dapat kembali bangkit. Acara ini juga bertepatan dengan peluncuran digarap.in, digital agency yang dikelola oleh Ngalup.co.

Tidak hanya berfokus pada penyedia jasa kreatif berupa desain logo, packaging, foto produk, video iklan, landing page, dan audio visual creative. Digarap.in juga membuat strategi campaign, company profile hingga pengelolaan sosial media dengan value konten yang dikelola secara profesional sehingga mampu meningkatkan citra baik dan terpercaya bagi bisnis menengah keatas yang menjadi target bisnis digarap.in.

Dalam acara “Digitalisasi Bisnis dan Industri Kreatif di Era Baru” yang diselenggarakan oleh digarap.in, bertujuan untuk membantu pelaku UMKM agar lebih mengandalkan platform digital dalam pengembangan bisnis, mampu bersaing di era baru, dan mampu meminimalisir waktu berkaitan dengan masalah creative design dan audio visual creative untuk menunjang perkembangan bisnis UMKM.

“Sebuah inovasi di tengah pandemi, digarap.in berharap dapat membantu pelaku UMKM agar tetap semangat dalam mengembangkan usahanya di era digital dengan memanfaatkan jasa digital marketing yang tepat untuk bisnis UMKM”, pernyataan Caesario ketika menutup acara tersebut. (Lis/red)